Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Share

    bundaalifah
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 34
    HP : 0
    Reputation : 0
    Registration date : 10.02.09
    Age : 35
    Lokasipesanggrahan-selatan jakarta

    Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Post by bundaalifah on Fri Feb 20, 2009 2:46 pm

    www.pks-jaksel.or.id


    “Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci. Ayah dan ibunyalah yang kelak menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah berhala)” (HR.Bukhari)

    Adalah salah menjadikan guru di sekolah sebagai pendidik utama bagi anak kita. Bagaimana tidak, ada banyak aspek dalam diri anak kita yang tidak terpantau oleh guru mereka di sekolah. Belum lagi lingkungan sekolah yang belum tentu kondusif untuk perkembangan jiwa anak kita dan semakin kuatnya pengaruh globalisasi terhadap mereka.

    Mendidik anak tentunya bukan hanya mengajarkan mereka berhitung, membaca, dan menghapal materi yang ada. Bukan hanya memahami pelajaran Matematika, IPA ataupun Bahasa. Namun juga bagaimana mengembangkan potensi yang unik dari anak didik kita serta pengembangan akhlak dan kepribadian islam yang profesional.

    Saat ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sedang giat melakukan sosialisasi sekaligus pelaksanaan sekolah rumah (Homeschooling) dimana layanan pendidikan ini dilakukan oleh orang tua atau keluarga sebagai pendidik utamanya.

    Homeschooling sebenarnya bukanlah program pendidikan yang baru di dunia. Di Amerika serikat program ini telah dilakukan sejak tahun 1993 dan pada tahun 2003 pesertanya sudah mencapai 1,1 juta orang. Demikian pula di negara lain seperti Inggris, Australia dan New zealand juga telah menerapkan metode ini.

    Alasan mereka memilih sekolah rumah ini diantaranya adalah kekhawatiran mereka terhadap lingkungan belajar di sekolah yang kurang baik dan keinginan untuk mengajarkan agama bagi anak-anak mereka.

    Di Indonesia sendiri minat orang tua menyelenggarakan homeschooling ini juga semakin besar, apalagi dengan fakta bahwa pergaulan bebas dan narkoba sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Indonesia.

    Dengan adanya peraturan pemerintah yang menfasilitasi sekolah rumah menjadi salah satu program pendidikan kesetaraan maka homeschooling setara dengan pendidikan formal di sekolah umum.

    Peserta didik juga akan mendapatkan ijazah yang sama nilainya dengan ijazah sekolah formal jika dapat lulus ujian persamaan yang dilakukan oleh Depdiknas. Bahkan dapat diakui secara internasional seperti yang dialami oleh anak kandung kak seto yang sekarang melanjutkan sekolahnya di Singapore setelah lulus sekolah rumah.

    Salah seorang praktisi pendidikan kesetaraaan yang juga telah memulai program ini sejak tahun 2004 adalah Yayah Komariah. Ibu dari empat anak ini, yang juga menjabat sebagai ketua komunitas homeschooling “berkemas”(berbasis Keluarga dan masyarakat), memulai homeschooling dengan semua anak kandungnya dan 4 orang anak tetangga. Saat itu yang digunakan sebagai tempat sekolah adalah Mesjid, pasar atau langsung ke masyarakat.

    “Dua tahun pertama adalah waktu terberat yang saya alami, karena semua kami lakukan sendiri. Meski berat namun karena dilandasi dengan niat baik maka segala kendala dapat diatasi dan yang paling utama dari hasilnya adalah terciptanya hubungan harmonis antara orangtua dan anak”, ujar Yayah Komariah.

    “Homeschooling bukanlah sarana pendidikan bagi masyarakat pinggiran atau kurang mampu saja, namun untuk semua kalangan yang menginginkan pendidikan terbaik untuk anaknya. Adanya homeschooling juga bertujuan memfasilitasi anak-anak yang tidak termotivasi sekolah”, tutur Yayah yang sekarang juga aktif sebagai Pengurus Asah Pena (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia).

    Akhirnya dapat disimpulkan bahwa ada banyak kelebihan dari Homeschooling dibandingkan sekolah umum, diantaranya kita dapat menyediakan pendidikan keagamaan dan akhlak secara lebih intensif kepada anak kita. Kita juga dapat menciptakan lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik dan sesuai dengan anak kita.

    Kemudian, dapat memberikan kehangatan dan proteksi dalam pembelajaran (bagi anak yang sakit atau cacat), dan melindungi anak kita dari penyakit sosial yang terjadi di masyarakat.

    Yang paling penting adalah kita dapat membekali anak kita dengan ketrampilan khusus yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan di masyarakat serta memberikan pembelajaran langsung secara kontekstual, tematik, ataupun nonscholastik dimana tidak tersekat oleh batasan ilmu.

    Diharapkan dengan adanya peran aktif orang tua dalam pendidikan anaknya, kita dapat menciptakan generasi yang bukan hanya cerdas dan kreatif dari sisi intelektual saja namun juga memiliki kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi sehingga pemuda kita bukan hanya bekerja dengan pikirannya namun juga dengan hati dan keimanannya.

    Dan pada akhirnya kita berharap di masa depan akan muncul generasi yang memiliki Adversity Spiritual Quotent yang tinggi sehingga mereka tangguh dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidup di zaman yang semakin tidak bersahabat ini. (Euis)

    *Informasi lebih lengkap tentang bagaimana menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraaan bisa diperoleh di : Yayasan Al-Hikmah Jakarta atau Direktorat Pendidikan Kesetaraan Depdiknas RI dengan Bapak Sutopo (0816-773-673)

    Informasi tentang Home schooling, bisa diperoleh melalui Ibu Yayah Komariah (0888-176-5303)

    lauthfi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 51
    HP : 4
    Reputation : 0
    Registration date : 09.02.09
    Age : 35
    LokasiJakarta

    Re: Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Post by lauthfi on Sat Feb 21, 2009 1:14 pm

    menarik bunda... Smile Setahu saya homeschooling masih menjadi perdebatan mengenai keabsahan lulusan untuk melanjutkan ke sekolah formal. Kemudian Standar Kompetensi yg telah dicapai apakah sesuai dgn yg terdapat disekolah formal. Kemudian test yg diberikan standarnya spt apa? Tp ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan kita.

    mdhan tidak menjadikannya "latah" seperti yg terjadi pada pendidikan tinggi dimana sekarang universitas2 mulai membuka kelas jarak jauh sedang UT membuka kelas tatap muka. Orientasinya makin nda jelas. orisinilitasnya menjadi hilang Smile Wallahu'alam Bishowab

    bundaalifah
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 34
    HP : 0
    Reputation : 0
    Registration date : 10.02.09
    Age : 35
    Lokasipesanggrahan-selatan jakarta

    Re: Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Post by bundaalifah on Mon Feb 23, 2009 9:17 am

    lauthfi wrote:menarik bunda... Smile Setahu saya homeschooling masih menjadi perdebatan mengenai keabsahan lulusan untuk melanjutkan ke sekolah formal. Kemudian Standar Kompetensi yg telah dicapai apakah sesuai dgn yg terdapat disekolah formal. Kemudian test yg diberikan standarnya spt apa? Tp ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan kita.

    mdhan tidak menjadikannya "latah" seperti yg terjadi pada pendidikan tinggi dimana sekarang universitas2 mulai membuka kelas jarak jauh sedang UT membuka kelas tatap muka. Orientasinya makin nda jelas. orisinilitasnya menjadi hilang Smile Wallahu'alam Bishowab

    kalo menjadi perdebatan pasti, namanya juga satu hal yang baru, apalagi sistem pendidikan ini juga adaptasi dr metode di luar sana, tp jangan salah lho! setahu ana, depdiknas punya kurikulum yg standar untuk sistem sekolah non formal ini, dan para homeshooler juga bisa mengikuti ujian penyetaraan layaknya para siswa yang belajar di sekolah2 formal. bahkan bisa disesuaikan ingin ikut ujian penyetaraan dr sekolah Dalam Negeri or Luar Negeri.. menarik kan??

    memang masih ada distorsi informasi mengenai anak yang mengikuti sistem belajar ini, yang individual lah, yang kurang bergaul lah etc. awalnya ana juga berpendapat sama,tp rasa penasaran itu membawa ana ingin mencari informasi lebih dalam lg... sebetulnya masih belajar juga sihhh... pngn ikut sistem ini juga harus punya komitmen yang tinggi n full.. jgn smpe di tengah jalan ternyata kita gak sanggup juga ngejalaninnya, kecian anak-anak.

    yang jelas sihh, keunggulan sistem ini tidak hanya anak-anak saja yang belajar, tp sebetulnya orang tua juga ikut aktif belajar dan kedekatan orang tua dan anak pastinya lebih dekat dibandingkan jika kita menyerahkan pendidikan anak kita ke sekolah2 umum formal. dan rasa keingintahuan anak terhadap sesuatu timbul berdasarkan kesadarannya sendiri, bukan dipaksakan melalui kurikulum..

    tp, ini juga PR yang amat besar buat orang tua yang keduanya bekerja... seperti ana misalnya, makanya saat ini baru bisa mengagumi saja. belum bisa ikut terjun didalamnya..

    wallahu 'alam bishowab

    bundaalifah
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 34
    HP : 0
    Reputation : 0
    Registration date : 10.02.09
    Age : 35
    Lokasipesanggrahan-selatan jakarta

    Re: Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Post by bundaalifah on Mon Feb 23, 2009 9:26 am

    berikut beberapa situs homeschooling... (just info)


    http://www.sekolahrumah.com
    situs homeschooling indonesia
    Tamasya Belajar
    Komunitas Homeschooling Berkemas
    Rumah Inspirasi

    Sponsored content

    Re: Homeschooling, Alternatif Pendidikan Bagi Anak Kita

    Post by Sponsored content Today at 7:52 am


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:52 am