Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    pengalaman hidup

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    pengalaman hidup

    Post by santii on Tue Jun 09, 2009 10:33 am

    Dari Seorang Sahabat

    af1 sblmny, ane g tw ni hrs dtaro dmana...
    disini aj y...

    Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja...
    Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini...

    Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan
    kesempatan membaca email ini.

    Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah
    lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.
    Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan
    kematian akan menjemput kita???

    berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan
    hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal
    menunggu waktunya,

    semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah.... amien.... .


    Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
    dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang
    dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam
    shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,
    apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

    Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

    "Alangkah sabarnya mereka.....setiap hari begitu...benar- benar
    mengherankan!

    "Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah
    shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk
    munajat kepada Allah.

    Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang
    matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat
    selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari
    pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

    Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung
    beban sebagai orang terasing.

    Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an. Tak ada lagi
    suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup
    sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku
    ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga
    keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

    Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan
    semangat dan dedikasi tinggi.

    Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
    sering melamun sendirian .... banyak waktu luang ... pengetahuanku
    terbatas.

    Aku mulai jenuh ... tak ada yang menuntunku di bidang agama.. Aku
    sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan
    orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

    Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
    peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

    Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos
    jalan..

    Kami asyik ngobrol ... tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan
    yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil
    bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
    Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
    Kejadian yang sungguh tragis.

    Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya
    segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami
    cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas
    dengan amat mengerikan.

    Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.
    Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah
    "Laailaaha Illallaah .... Laailaaha Illallaah .." perintah temanku.
    Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.
    Keadaan itu membuatku merinding.

    Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat ...

    Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
    tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah
    menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti
    ini.

    Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.

    Tetapi .... keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

    Tak ada gunanya ... Suara lagunya terdengar semakin melemah .... lemah
    dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang
    kedua.

    Tak ada gerak .... keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa
    mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

    Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening...

    Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara..Ia berbicara tentang hakikat
    kematian dan su'ul khatimah (kesudahan yang buruk).

    Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

    Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya
    selama di dunia.

    "Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang
    diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana
    seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara
    lahir batin.

    Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang
    kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa
    kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati.. Peristiwa
    ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat
    khusyu' sekali.

    Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
    pada kebiasaanku semula ... Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang
    menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi
    sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya
    lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

    Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua
    orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

    Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu .... sebuah kejadian
    menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai
    mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
    terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang
    kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,
    tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah
    belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

    Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama
    cepat-cepat menuju tempat kejadian.

    Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit
    agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya
    begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,
    sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika
    kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang
    keluar dari mulutnya.

    Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ... dengan suara amat lemah.

    "Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat
    melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ? Darah mengguyur seluruh
    pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi
    seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya
    yang merdu.

    Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur'an se indah itu.
    Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunnya membaca
    syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu ... apalagi
    aku sudah punya pengalaman." aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan
    kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur'an yang
    merdu itu.

    Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke
    setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

    Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya
    terkulai, aku melompat ke belakang.

    Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa..
    Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku
    menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

    Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak
    kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus
    menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul
    sangat mengharukan. ...Sampai di rumah sakit .....Kepada orang-orang di
    sana , kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa
    menjelang kematiannya yang menakjubkan.

    Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit
    yang meneteskan air mata.

    Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
    jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk
    tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan
    dishalatkan. . . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
    jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

    Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
    mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. .

    Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya
    almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia
    lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda,
    anak yatim dan orang-orang miskin.

    Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula,
    buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa
    membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk
    dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa
    permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

    Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa.. hanya ada
    satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi
    kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan
    pertaubatan.

    Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan
    amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain "

    Allah Swt berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
    sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang
    siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh
    ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
    yang memperdayakan. " (QS. Al-Imran:185)

    Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yang
    lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."

    Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita
    menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah
    SWT.

    Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian
    dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan
    untuk menghadapinya.

    Note : amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang
    terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.

    Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau
    tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau
    mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu
    berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia
    akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.

    phyna
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 38
    HP : 43
    Reputation : 0
    Registration date : 13.02.09
    Lokasijakarte bukan betawi

    Re: pengalaman hidup

    Post by phyna on Tue Jun 09, 2009 11:05 am

    subhanallah.. Sad

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:51 am