Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    untukmu IBU..

    Share
    avatar
    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 27
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    untukmu IBU..

    Post by santii on Tue Jun 16, 2009 3:37 pm

    > Aku lahir dari perut ibu..

    > (bukan kata org...memang BENARKAN !!!)

    > Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu

    > Bila lapar, yang menyuapi aku......ibu

    > Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu

    > Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu

    > Bila bangun tidur, aku cari....ibu

    > Bila nangis, orang pertama yang datang ...ibu

    > Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu

    > Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu

    > Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu

    > Bila nakal, yang memarahi aku....ibu

    > Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu

    > Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu

    > Bila takut, yang menenangkan aku....ibu

    > Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu

    > Aku selalu teringatkan ....ibu

    > Bila sedih, aku mesti telepon....ibu

    > Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu

    > Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu

    > Bila takut, aku selalu panggil..... "ibuuuuu! "

    > Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu

    > Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu

    > Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu

    > Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu

    > Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu

    > Yang selalu masak makanan kegemaranku. ..ibu

    > Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal......ibu

    > Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu

    > Yang selalu berkirim surat dengan aku....ibu

    > Yang selalu memuji aku....ibu

    > Yang selalu menasihati aku....ibu

    > Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta

    > persetujuan. ....ibu

    > Aku ada pasangan hidup sendiri....

    > Bila senang, aku cari.....pasanganku

    > Bila sedih, aku cari....ibu

    > Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku

    > Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu


    > Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku

    > Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku

    > Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku

    > Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

    > Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku

    > Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

    > Selalu.. aku ingat pasanganku

    > Selalu.. ibu ingat aku

    > Setiap saat... aku akan telepon pasanganku

    > Entah kapan... aku ingin telepon ibu

    > Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku

    > Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

    > Renungkan:

    > "Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja....
    > masih ingatkah kau pada ibu?

    > tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".

    > Berderai air mata jika kita mendengarnya. .......

    > Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...

    > IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....

    > Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....

    > Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....

    > Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....

    > Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya......

    > Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....

    > dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......

    > Jika kamu menyayangi ibumu,
    > "forward"kanlah Email ini kepada sahabat-sahabat anda.

    > 1 orang : Kamu tidak sayangkan ibumu

    > 2-4 orang : Kamu sayang ibumu

    > 5-9 orang : Bagus! Sayang juga kamu kepada Ibumu

    > 10/lebih : The Best!Kamu akan disayangi Ibumu
    avatar
    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 30
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: untukmu IBU..

    Post by TauffaN on Wed Jun 17, 2009 2:42 pm

    Mengapa Ibu Menangis

    Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
    "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah
    seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya
    hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah
    mengerti....". Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa
    Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?".
    Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya
    itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

    Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
    bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi
    dan bertanya kepada Tuhan. "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali
    menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

    * "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat
    utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan
    isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk
    menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

    * Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan
    mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap
    berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

    * Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap
    bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

    * Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat
    keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh
    kesah.

    * Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
    mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi
    apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai
    hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang
    terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan
    kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

    * Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya,
    melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah
    tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak
    terkoyak?

    * Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
    memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah
    yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu
    akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap
    berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

    * Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat
    mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita,
    agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang
    dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata
    kehidupan".

    Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)



    Wassalam,

    (gilaa aslii sedih nih thread)


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    aoinoumi
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 29
    HP : 30
    Reputation : 0
    Registration date : 17.03.09
    LokasiDepok

    Re: untukmu IBU..

    Post by aoinoumi on Wed Jun 17, 2009 3:31 pm

    Sekali Lagi, Ciumlah Kaki Ibu
    Tgl. publikasi: 27/4/2001 17:15 WIB

    Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintangan untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah .

    Anda pasti tahu kelanjutan syair lagu diatas, atau setidaknya pernah mendengar lagu tersebut. Iwan Fals dengan begitu puitis namun gamblang menggambarkan beratnya kehidupan yang harus dijalani seorang ibu demi mendidik dan membesarkan buah hatinya, kita !

    Mari hadirkan kembali wajah sang ibu dalam bayangan kita, dengan seizin Allah genangan air mata akan membanjiri kelopak mata yang mungkin sudah sekian lama kita biarkan tak menyapanya. Kerut di pipinya mengisyaratkan kelelahan yang sangat, tenaga yang mulai habis dimakan waktu seolah tak lagi sanggup sekedar mengangkat tubuh rapuhnya. Di bola matanya, nampak jelas guratan berat kehidupan yang telah dilaluinya. Semua itu, dilakukannya hanya untuk kita, yang dicintainya.

    Cinta anak sepanjang gala, cinta ibu sepanjang masa. Pepatah yang biasa kita dengar untuk melukiskan betapa kita, anak-anak ibu, tidak akan pernah sanggup membayar (berapapun dan dengan apapun) cinta yang pernah diberikannya. Huwaish al Qorni, sahabat Rasulullah, rasa ingin membalas cinta sang ibu membuatnya rela ingin menggendong ibunya pulang pergi ibadah haji. Bahkan sahabat lain, dilarang pergi berperang bersama Rasul, lantaran tidak ada yang mengurus ibunya yang sudah renta. "rawat dan layani ibumu," perintah Rasul kepada pemuda itu.

    Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.(QS. Lukman:14).

    Bahkan dalam ayat lain, begitu tegas Allah menekankan dan mengingatkan kesusahan ibu saat mengandung serta memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu (QS.Al-Ahqaf:15). Ketika Nabi SAW ditanya tentang siapa yang paling patut dihormati dan diperlakukan sebaik-baiknya, Nabi menjawab: "Ibumu". Dan hal itu diulangnya sampai tiga kali, sebelum ia menyebut "bapakmu". Dalam hadits lain yang masyhur, Nabi SAW berkata bahwa surga terletak dibawah telapak kaki kaum ibu.

    Dalam perjalanan bersama ibu, perlakuan kasar kerap kita layangkan kepadanya. "Uf", "ah," "cis" menjadi kosa kata yang biasa terlontar dari mulut kotor ini. Tak pernah kita menghargai keringatnya kala menyiapkan sarapan dan makan malam. Andai kita tahu, air matanya tak pernah kering di pertengahan malam, kala ia mengadu kepada Allah perihal anak-anaknya. Bibirnya tak pernah berhenti berdo'a agar kita menjadi anak yang bisa dibanggakan. Tak peduli darah menjadi penghias kakinya demi menghantarkan sang buah hati menggapai cita.

    Sekarang, imbalan apa yang diterima ibu dari anak-anak yang mungkin kinipun sudah beranak. Tidak jarang kesibukan kerja dan keluarga membuat kita melupakannya. Bahkan mungkin rasa cinta kepada istri dan anak-anak mengikis habis cinta kepada ibu (tentu cinta kepada Allah dan Rasulullah diatas segalanya). Tak sedikit waktu kita luangkan sekedar untuk tahu keadaannya, meski handphone tak pernah lepas dari tangan.

    Sekarang, Kita semakin sombong, seolah tak membutuhkannya. Terlebih saat senang dan berkecukupan. Tak sadar kita, ia begitu ikhlas atas air susu dan keringatnya.

    Begitu banyak masalah kehidupan kita hadapi. Terkadang kita mengeluh, putus asa, tidak tahan dengan berbagai cobaan yang menerpa. Tak sadar, semua yang kita alami saat ini sesungguhnya pernah dilalui ibu, dan berhasil !

    Kita terlalu lemah, cengeng dan selalu merasa kalah dalam mengarungi bahtera hidup. Padahal sering kita memandang sebelah mata 'kekuatan' ibu yang sudah renta. Tak sadar kita, garis wajahnya jelas-jelas memancarkan kekuatan teramat dahsyat.

    Ia hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia, meski ia tidak sebahagia yang kita bayangkan. Tak sadar, sesungguhnya kita butuh kembali kepadanya, memandangi keteduhan wajahnya, membelai tangan keriputnya, menciumi kakinya dan meminta do'anya.

    Ingin ku dekat dan menangis dipangkuanmu Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku Dengan apa membalas, Ibu (bay)

    -eramuslim-

    Allahu robbuna...lindungilah ibu dan ayah hamba..
    jauhkanlah mereka dari api neraka..
    lapangkanlah hati mereka dalam menghadapi masalah di masa rentanya..
    ampunilah dosa-dosa mereka...
    berikanlah mereka kebahagiaan dunia akhirat...
    aaaaamin...aaaaamin....aaaamin..ya rabbal 'alamin..

    aoinoumi
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 29
    HP : 30
    Reputation : 0
    Registration date : 17.03.09
    LokasiDepok

    Re: untukmu IBU..

    Post by aoinoumi on Wed Jun 17, 2009 3:36 pm

    @ topan : yg topan tulis ntu sumbernya dr eramuslim juga...

    aoinoumi
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 29
    HP : 30
    Reputation : 0
    Registration date : 17.03.09
    LokasiDepok

    Re: untukmu IBU..

    Post by aoinoumi on Wed Jun 17, 2009 3:38 pm

    Soul's Bread: HADIAH CINTA SEORANG IBU...

    "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan.
    Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit.
    Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

    Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke Rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."
    Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.
    Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

    Beberapa bulan sudah berlalu.
    Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
    Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses.
    Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu
    berubah menjadi kejeniusan.
    Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia Ini."

    Tahun berganti tahun.
    Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
    Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.
    Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
    (Terima kasih untuk siapa saja yang telah menulis cerita indah ini -Editor)
    -eramuslim-

    sedddiiiihhhhhhh

    aoinoumi
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 29
    HP : 30
    Reputation : 0
    Registration date : 17.03.09
    LokasiDepok

    Re: untukmu IBU..

    Post by aoinoumi on Wed Jun 17, 2009 3:43 pm

    BAYI BERTANYA

    Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"?

    Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

    "Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

    "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

    "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

    "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara."

    "Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

    "Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"

    "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."

    "Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."

    "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

    Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?"

    "Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu. Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa."

    sumber : unknown

    Allahhhhhhh.....sungguh mulia Engkau menciptakan malaikat itu untukku,,,
    tanpanya ku takkan bisa menjadi seperti sekarang..
    semoga para muslimah mengingat hal ini..karena mereka,saya, dan anda (yg wanita) akan menjadi seorang ibu...

    Sponsored content

    Re: untukmu IBU..

    Post by Sponsored content

      Similar topics

      -

      Waktu sekarang Thu Aug 17, 2017 4:41 pm