Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    in memoriam ust.rahmat abdullah

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    in memoriam ust.rahmat abdullah

    Post by santii on Tue Jun 30, 2009 1:14 pm

    Assalamu'alaykum wr wb..

    subhanallah,

    sudah beranjak tahun demi tahun,

    namuan tulisan beliau (ustadz Rahmat Abdullah), tetap saja penuh inspirasi..



    ..yang mau ber-orientasi ulang..

    ..yang mau menepi sejenak..

    ..yang mau mempertahankan keistiqomahan. .

    atau yang sekedar mau ber-nostalgia. .dengan pemikiran beliau..



    silakan dibaca..

    semoga bermanfaat!



    Salam,





    nb: afwan kalau repost =)



    Dari: ... <...@ yahoo.co. id>
    Topik: [jalankami] Tubuh Yg Luluh Lantak
    Kepada: ...i@yahoogrou ps.com
    Tanggal: Jumat, 6 Februari, 2009, 1:41 PM

    Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
    meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
    Berjalan, duduk, dan tidurmu.

    Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang
    umat yg kau cintai.

    Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
    Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di
    tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang
    hancur lebur dipaksa berlari.

    Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang
    akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat
    yg diturunkan Allah.

    Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya
    sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi
    orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
    Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang
    segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah
    kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai
    jiwa yang tenang.

    Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga
    terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa
    pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya
    diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang
    sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang
    bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

    Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah
    bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah
    bukannya sepi dari godaan kefuturan.

    Tidak... Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama
    mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan
    segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih "tragis".

    Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu
    menemani... justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana
    pun mereka pergi... akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan
    rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus
    mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk
    mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

    Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.
    Hingga "hasrat untuk mengeluh" tidak lagi terlalu menggoda
    dibandingkan jihad yang begitu cantik.

    Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar
    wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.
    Tapi saking seringnya "ditinggalkan" , hal itu sudah menjadi
    kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

    Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya
    adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan
    pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan
    Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
    besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu
    mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru
    jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, "ya Allah, berilah
    dia petunjuk... sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang... "

    Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya
    dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta...
    Mengajak kita untuk terus berlari...

    "Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

    Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

    Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

    Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

    Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."

    (alm. Ust Rahmat Abdullah)

    Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya
    harus mengalah.

    In memoriam Ust. Rahmat Abdullah

    Wallahu'alam.

    ku kan menunggu

    phyna
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 38
    HP : 43
    Reputation : 0
    Registration date : 13.02.09
    Lokasijakarte bukan betawi

    Re: in memoriam ust.rahmat abdullah

    Post by phyna on Tue Jun 30, 2009 9:51 pm



    Ribuan langkah kau tapaki
    Pelosok negri kau sambangi
    Ribuan langkah kau tapaki
    Pelosok negri kau sambangi

    Tanpa kenal lelah jemu
    Sampaikan firman Tuhanmu
    Tanpa kenal lelah jemu
    Sampaikan firman Tuhanmu

    Terik matahari
    Tak surutkan langkahmu
    Deru hujan badai
    Tak lunturkan azzammu

    Raga kan terluka
    Tak jerikan nyalimu
    Fatamorgana dunia
    Tak silaukan pandangmu

    Semua makhluk bertasbih
    Panjatkan ampun bagimu
    Semua makhluk berdoa
    Limpahkan rahmat atasmu

    Duhai pewaris nabi
    Duka fana tak berarti
    Surga kekal dan abadi
    Balasan ikhlas di hati

    Cerah hati kami
    Kau semai nilai nan suci
    Tegak panji Illahi
    Bangkit generasi Robbani..

    (izzis : "sang murabbi")

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:23 pm