Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Beban,,,.....

    Share

    Nurlela
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 14
    HP : 18
    Reputation : 0
    Registration date : 26.06.09

    Beban,,,.....

    Post by Nurlela on Mon Aug 03, 2009 1:49 pm

    Dua orang sahabat berkendaraan sepeda motor yang berbeda pergi
    menuju suatu tempat yang sama. Walau berangkat secara bersamaan, tapi
    keduanya tidak berjalan beriringan. Pengendara pertama memacu begitu
    cepat motornya, sementara yang kedua melaju dengan kecepatan normal.
    Sesekali, pengendara kedua melambatkan kendaraannya hanya untuk
    memuaskan ketakjubannya dengan keindahan taman-taman di tepian jalan.
    Saat itu, ia seolah sedang menumpang sebuah mobil. Hampir tak satu pun
    pemandangan menarik yang luput dari pengamatannya.
    “Aduh lelahnya!” ucap si pengendara pertama ketika pengendara kedua tiba di tempat tujuan.
    “Kamu lelah karena menungguku?” tanya si pengendara pertama menyadari kalau ia datang sangat telat.
    “Bukan. Aku lelah karena perjalanan yang begitu jauh,” sahut si pengendara pertama memastikan jawabannya.
    “Sahabatku,” ucap si pengendara pertama. “Kamu lelah bukan karena
    perjalanan yang jauh. Kamu lelah karena menganggap perjalanan ini
    sebagai beban,” tambah si pengendara pertama lebih dalam. **
    Melakoni hidup kadang seperti sedang berkendaraan menuju suatu
    tempat yang teramat jauh. Untuk sebuah logika normal, perjalanan itu
    pun harus secepat mungkin ditempuh untuk kemudian tiba di tempat tujuan
    dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.
    Padahal, dinamika hidup ini tidak linier seperti garis lurus yang
    mempunyai simpul-simpul berjajar memenuhi titik-titik persinggahan.
    Karena jika seperti itu, kita akan abai dengan sisi kehidupan lain yang
    terpampang di tepian jalan.
    Ada yang mudah terlihat, tapi tidak sedikit yang butuh pengamatan
    penuh ketelitian. Ada yang bisa dilihat dengan mata kepala kita, tapi
    juga tidak sedikit yang hanya bisa dicermati dengan ketajaman mata hati
    kita.
    Lalui jalan hidup ini. Cermati dan maknai dinamika sekelilingnya
    sebagai daya dorong menuju tempat tujuan. Dan agar perjalanan ini tidak
    sekadar beban.
    sumber : www.eramuslim.com

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:54 pm