Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Para Ibu yang Diabadikan

    Share

    Nurlela
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 14
    HP : 18
    Reputation : 0
    Registration date : 26.06.09

    Para Ibu yang Diabadikan

    Post by Nurlela on Wed Sep 16, 2009 4:34 pm

    Di antara taujih Al Qur'an adalah bahwa Al Qur'an telah meletakkan di
    hadapan orang-orang yang beriman (laki-laki atau wanita) berbagai
    contoh teladan dari para ummahat shalihat, yang mempunyai pengaruh dan
    peran penting di dalam sejarah keimanan.

    Di antaranya adalah ibu
    dari Nabi Musa yang memenuhi seruan wahyu Allah dan llham-Nya, lalu
    melemparkan buah hatinya ke dalam lautan dengan penuh ketenangan dan
    percaya penuh terhadap janji Rabb-nya. Allah berfirman:

    "Dan
    Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir
    terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu
    khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami
    akan mengembalikan kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari
    para Rasul." (Al Qashash: 7)

    Dan ibunya Maryam yang bernadzar
    ingin mempunyai anak yang ikut membebaskan "Baitul Maqdist" karena
    Allah, bersih dari segala bentuk kemusyrikan atau 'ubudiyah kepada
    selain-Nya. Ia berdoa agar Allah berkenan menerima nadzarnya itu, Allah
    SWT berfirman:

    "(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata, 'Ya
    Tuhanku, sesungguhnya aku bernadzar kepada Engkau anak yang dalam
    kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul
    Maqdis), Karena itu terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya
    Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Ali 'Imran: 35)

    Maka
    ketika anak yang baru lahir itu ternyata perempuan di luar harapan yang
    diinginkan, ia tetap dalam kesetiaan untuk memenuhi nadzarnya, sambil
    memohon kepada Allah SWT agar Allah melindunginya dari segala
    keburukan, Allah SWT berfirman:

    "Sesungguhnya aku telah menamai
    dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
    keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari syetan yang terkutuk."
    (Ali 'Imran: 36)

    Maryam puteri Imran itu adalah Ibunya Al Masih
    yang telah dijadikan oleh Al Qur'an sebagai lambang kesucian dan
    ketaatan kepada Allah serta meyakini kalimat-kalimat-Nya. Allah SWT
    berfirman:

    "Dan Maryam puteri Imran yang memelihara
    kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh
    (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan
    kitab-kitab-Nya; dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat."
    (At-Tahrim: 12)

    Sistem Masyarakat Islam
    dalam Al Qur'an & Sunnah
    - DR. Yusuf Al-Qardhawi -

      Waktu sekarang Sat Jan 21, 2017 10:23 pm