Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Pahlawan Jihad Tanpa Tanda Jasa

    Share
    avatar
    Hendry
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 141
    HP : 164
    Reputation : 2
    Registration date : 29.03.09
    Age : 27
    LokasiJakarta

    Pahlawan Jihad Tanpa Tanda Jasa

    Post by Hendry on Wed Oct 14, 2009 8:32 pm

    niii pahlwan favorit ane dari dulu gan, knp gw suka beliau karena beliau bisa melakukan bom bunuh diri dengan tepat sasaran..dan melumpuhkan semua isi gudang persenjataan milik Jepang!!!

    Muhammad Toha



    Sebuah sejarah kepahlawanan yang dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

    Dimana dalam peristiwa tersebut terjadi peristiwa bumi hangus wilayah Bandung Raya supaya fasilitas-fasilitas penting di wilayah tersebut tidak dimanfaatkan oleh tentara pendudukan Belanda.

    Cerita kepahlawanan tersebut tentunya tidak akan lepas dari tindakan heroik Mohamad Toha yang dengan sengaja mengorbankan dirinya untuk ditangkap oleh tentara pendudukan Belanda di daerah Bandung Selatan.

    Saat ditahan di dalam markas tentara pendudukan tersebut, Mohamad Toha kemudian meledakkan dirinya di dalam gudang amunisi dan senjata.

    niii lengkapnya gan :
    Mohammad Toha dilahirkan di Jalan Banceuy, Desa Suniaraja, Kota Bandung pada tahun 1927. Ayahnya bernama Suganda dan ibunya yang berasal dari Kedunghalang, Bogor Utara, Bogor, bernama Nariah. Toha menjadi anak yatim ketika pada tahun 1929 ayahnya meninggal dunia. Ibu Nariah kemudian menikah kembali dengan Sugandi, adik ayah Toha. Namun tidak lama kemudian, keduanya bercerai dan Mohamad Toha diambil oleh kakek dan neneknya dari pihak ayah yaitu Bapak Jahiri dan Ibu Oneng. Mohamad Toha mulai masuk sekolah rakyat pada usia 7 tahun hingga kelas 4. Sekolahnya terhenti ketika Perang Dunia II pecah.

    Pada zaman Jepang, Toha mulai mengenal dunia militer dengan memasuki Seinendan. Sehari-hari Toha juga membantu kakeknya di Biro Sunda, kemudian bekerja di bengkel motor di Cikudapateuh. Selanjutnya, Toha belajar menjadi montir mobil dan bekerja di bengkel kendaraan militer Jepang sehingga ia mampu berbahasa Jepang.

    Setelah Indonesia merdeka, Toha terpanggil untuk bergabung dengan badan perjuangan Barisan Rakjat Indonesia (BRI), yang dipimpin oleh Ben Alamsyah, paman Toha sendiri. BRI selanjutnya digabungkan dengan Barisan Pelopor yang dipimpin oleh Anwar Sutan Pamuncak menjadi Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI). Dalam lasykar ini ia duduk sebagai Komandan Seksi I Bagian Penggempur. Menurut keterangan Ben Alamsyah, paman Mohamad Toha, dan Rachmat Sulaeman, tetangga Mohamad Toha dan juga Komandannya di BBRI, pemuda Toha adalah seorang pemuda yang cerdas, patuh kepada orang tua, memiliki disiplin yang kuat serta disukai oleh teman-temannya. Pada tahun 1945 itu, Mohamad Toha digambarkan sebagai pemuda pemberani dengan tinggi 1,65 m, bermuka lonjong dengan pancaran mata yang tajam.

    Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945. Para pejuang harus menyerahkan senjata yang mereka rampas dari tentara Jepang. Alasannya untuk menjaga keamanan. Apabila tidak diindahkan, tentara Sekutu akan menyerang habis-habisan.

    Peringatan ini tidak dihiraukan oleh para pejuang Indonesia. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan senjata dengan tentara Sekutu. Kota Bandung terbagi menjadi dua, Bandung Utara dan Bandung Selatan. Oleh karena persenjataan yang tidak memadai, pasukan TKR dan para pejuang lainnya tidak dapat mempertahankan Bandung Utara. Akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh tentara Sekutu.

    Pada tanggal 23 Maret 1946 tentara Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum ke-2. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan pejuang TKR mengosongkan kota Bandung bagian selatan. Perlu diketahui bahwa sejak 24 Januari 1946, TKR telah merubah namanya menjadi TRI.

    Demi mempertimbangkan politik dan keselamatan rakyat, pemerintah memerintahkan TRI dan para pejuang lainnya untuk mundur dan mengosongkan Bandung Selatan. setelah mengadakan musyawarah, para pejuang sepakat untuk menuruti perintah pemerintah. Tapi, mereka tidak mau menyerahkan kota Bandung bagian selatan itu secara utuh.

    Rakyat pun diungsikan ke luar kota Bandung. Para anggota TRI dengan berat hati meninggalkan Bandung bagian selatan. Sebelum ditinggalkan Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota TRI.

    Peristiwa ini di kenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Dalam peristiwa inilah pahlawan Mohammad Toha gugur,karena terjadi peristiwa Bandung Lautan Api, untuk mengenang peristiwa itu diciptakan lagu nasional Halo-halo Bandung.
    sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Toha


    dari pada si nur din dan kwn2 yang SUPER GEJE kalo lagi bom bunuh diri..ga liat tempat n ga liat sasaran..mendingan kaya beliau yah gan??
    yah walaupun syahid atau ga nya menurut ALLAH SWT, tapi beliau bener2 saya banggakan sebagai pahlawan paling pemberani!!

    hidup indonesia!!!

      Waktu sekarang Tue Nov 21, 2017 10:31 pm