Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    kabar ITB...

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    kabar ITB...

    Post by santii on Thu Nov 12, 2009 9:07 am

    Assalamualaikum
    Silahkan ini di forward ke milis-milis Alumni SMA,

    Jumlah putra-putra daerah cerdas dari keluarga tidak mampu samakin
    lama semakin berkurang, alias sebagian beasr mahasiswa ITB adalah
    anak-anak borju dari kota-kota besar saja. Hal ini wajar karena ITB
    sekarang mengalokasikan mahasiswanya lebih dari 60% berasal dari USM
    dengan sumbangan puluhan juta rupiah juga dengan biaya test Rp.900 000
    jelas anak-anak miskin hanya bermimpi untuk ikut USM.

    Namun
    demikian ITB BHMN, menyediakan kursi 20% (sekitar 600 anak) untuk
    anak-anak dari golongan tidak mampu, dan sampai sekarang kuota itu
    hanya terpenuhi 50 anak (http://cetak. kompas.com/ read/xml/2009/ 07/27/1659165/itb.jaring.27. siswa.miskin.)

    Hanya
    BIUS (beasiswa ITB untuk semua) dari alumni yang memberikan beasiswa
    full biaya pendidikan dan biaya hidup selama 4 tahun. Walaupun begitu
    masih ada celah untuk saudara-sudara kita yang tidak mampu yang tetap
    memerlukan bantuan kita agar akses dan kesempatan untuk masuk ITB dapat
    dinikmati oleh semua orang.

    Celah-celah itu:

    1. BIUS (Beasiswa ITB untuk Semua)

    Biasiswa
    dari alumni ITB yang di mulai tahun 2008 yang memberikan beasiswa
    pendidikan dan biaya hidup yang berambisi mencapai kuota 600 anak.
    Tahun 2008 memberikan beaiswa ke 40 anak artinya jumlah beasiswanya
    terbatas. Dan hanya BIUS yang meberikan beaiswa full. Info lebih lanjut
    www.itbuntuksemua. com

    2. SNMPTN,

    Anak-anak
    dari keluarga tidak mampu bisa mengikuti test SNMPTN karna biaya
    relative murah Rp 175 000 untuk IPC, IPA Rp 150000 dan bisa nol rupiah
    untuk sumbangan awal bila di terima di ITB. Yang jadi permasalahan
    adalah anak-anak yang diterima ini tetap membutuhkan biaya hidup
    seketika tiba di Bandung. Untuk biaya pendidikan anak-anak ini harus
    melakukan penundaan pembayaran biaya pendidikan yang nanti di bayarkan
    bila anak yang bersangkutan bisa mendapatkan biasiswa dari ITB. Dan
    untuk biaya hidup kita bisa mengusahakan dengan mengkontak para alumni
    untuk menjadi orang tua asuh.

    3. Beasiwa Minat

    Pada
    beasiwa minat, ITB memberikan beasiswa untuk anak-anak yang memilih
    jurusan yang kurang di kenal masyarakat namun sangat dibutuhkan di
    pasar kerja tingkat nasional dan global yaitu Astronomi, Meteorology,
    Oseanografi, Seni Rupa dan Teknik Metalurgi. Namun ITB hanya memberikan
    pembebasan uang sumbangan awal. Oleh karena itu untuk mendapatkan biaya
    pendidikan anak ini harus melakukan penundaan diawal dan memerlukan
    bantuan kita untuk mencarikan orang tua asuh. Dan juga anak ini harus
    ke Bandung untuk USM pusat atau ke kota tertentu untuk USM daerah
    dengan membeli formulir Rp.900.000 dan akomodasi. Info lebih lanjut http://www.itb. ac.id/usm- itb/

    4. Beasiswa pendidikan dari ITB (untuk 30 orang)

    Seperti
    namnya ITB hanya memberikan beaiswa pendidikan artinya anak ini tetap
    perlu biaya hidup seketika tiba di bandung dan harus ke Bandung untuk
    mengikuti USM. Kuota yang disediakan 30 orang. Info lebih lanjut http://www.itb. ac.id/usm- itb/

    Bottle Neck, Tantangan dan Tindakan

    Sudah
    pasti agar semua orang bisa mempunyai kesempatan yang sama maka
    informasi ini harus sampai di seluruh penjuru Nusantara, agar
    anak-cerdas di Papua, di Halmahera atau di sekolah-sekolah di kolong
    jembatan, juga menikamati kesempatan ini. Sehingga kita wajib
    menyebarkan info ini seluas-luasnya. Yang jadi masalah adalah bagaimana
    anak-anak ini termotivasi dan mempunya dana untuk bisa mengikuti test.

    Setelah
    info tersebar ke seantero Indonesia dengan bantuan para alumni atau
    organisasi mahasiswa daereh , hal yang dapat dilakukan antara lain:

    1.
    Memberikan beaiswa SNMPTN ke sekolah-sekolah yang di koordinir oleh
    organisasi mahasiswa ITB setempat dan meneruskan untuk membantu
    mendapatkan Beaiswa Kuliah hidup.

    Sudah pasti kita tidak hanya
    datang dan menempelkan info beasiwa, yang lebih penting adalah
    memberikan motivasi dan solusi yaitu dengan beaiswa. Katakanlah 10 anak
    terbaik dari sekolah-sekolah di kecamatan, dengan biaya test IPA Rp.
    150 000/anak total biaya untuk satu sekolahan sebesar Rp. 1500 000. Hal
    ini bisa berdampak anak-anak disekolah yang awalnya malas akan menjadi
    rajin belajar dan yang awalnya kuliah di ITB itu mimpi bisa mendapatkan
    harapan baru. Bila kita mendaptkan satu anak dari SMA ini maka
    anak-anak bisa menjadi agen perubahan untuk sekolah dan daerahnya.
    Dengan bantuan alumni di dareh dan organisasi lain tentu hal ini bisa
    terwujud. Ada organisasi Anak jambi, anak Pemalang, anak Jember, Anak
    Papua dll yang tanpa menuggu lulus meraka bisa berkontribusi untuk
    daerhanya untuk mencari bola-bola ini. Apalgi ada perubahan tipe soal
    SNMPTN dan tambahan test TPA, sehingga anak-anak yang tidak pernah ikut
    bimbel bisa masuk, apa lagi sekarang buku-buku SMA sudah bagus. Alhasil
    anak-anak cerdas di sekolah di pinggir sawah mempunyai kesempatan yang
    sama. Memang di butuhkan kerja keras dan komitmen utuk melakukanya
    langkah ini.

    Setelah
    anak lulus ITB, selanjutnya kita arahkan untuk memasukkan penundaan ke
    LPKM dan mengirimkan CV mereka ke para Alumni ITB secepat mungkin untuk
    mencarikan orang tua asuh. Karana seketika di terima, anak ini butuh
    transport dan biaya hidup di bandung.

    2. Memberi beasiwa untk mengikuti
    Beasiswa Minat, untuk hal ini di butuhkan uang yang agak besar yaitu
    biaya akomodsai ke Bandung dan biaya formulir USM . Selebihnya seperti
    langkah point 1..

    3. Memberi beasiwa untk akomodasi selama test
    Beasiswa Pendidikan, para alumni daerah perlu memikirkan memberikan
    beasiwa akomodasi untuk Test karna harus ke bandung. Selebihnya seperti
    langkah point 1.


    Ingat ada kuota 600 anak untuk anak miskin
    dan banyak alumni yang siap menjadi orang tua asuh, mari kita cari
    anak-anak itu ke penjuru negeri.

    “Dan Kami telah menunjukkan
    kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang
    mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar
    itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada
    hari kelaparan, (kepada) anak yatim, atau orang miskin dan fakir.”

    Imam Santoso (TA 03)
    Imam_itb03@yahoo. com


    --
    Best Regards
    Tsulusun Ar Royan
    Be
    kind, for whenever kindness becomes part of something, it beautifies
    it. Whenever it is taken from something, it leaves it tarnished.

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: kabar ITB...

    Post by TauffaN on Thu Nov 12, 2009 1:42 pm

    wlwlwl.. ITB,.. ana kira info tentang UG,... but,.. nice info gan


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 5:42 pm