Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    KKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

    Share

    nina_apriyani
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 114
    HP : 223
    Reputation : 5
    Registration date : 10.02.09
    Age : 28
    LokasiJalan Lapan gang sawi rt 003/01 13710 pekayon ps rebo jak-tim

    KKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

    Post by nina_apriyani on Thu Nov 26, 2009 1:48 am

    KEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS








    Ditulis oleh Administrator

    Kamis, 18 Desember 2003

    Organisasi
    adalah suatu lembaga dimana ada dua orang atau lebih berkumpul dan
    melakukan suatu tindakan atau usaha-usaha untuk mencapai suatu tujuan
    tertentu.
    Tujuan ini akan menentukan jenis
    dan bentuk organisasi dan sebagai kelanjutannya akan menentukan arah
    serta kegiatan dalam organisasi tersebut. Jika diamati secara lebih
    jauh, lembaga dakwah kampus sebagai suatu organisasi memiliki
    karakteristik tersendiri yaitu self enforcement-nya yang senantiasa
    mengajak manusia atau orang-orang dimana organisasi itu bergerak untuk
    melaksanakan ajaran Islam.
    &nbsp&nbsp&nbsp&nbspDalam suatu lembaga dakwah kampus,
    sebagaimana halnya organisasi-organisasi yang lain memiliki
    elemen-elemen atau komponen-komponen yang satu sama lain saling terikat
    dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Pimpinan sebagai the top
    leader menjadi kemudi organisasi ke arah tujuan yang ingin dicapai.
    Pembina/penasihat sebagai pemberi masukan atau advisor terutama dalam
    membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan. Kemudian anggota sebagai
    pelaksana kebijakan, dan tentu saja lingkungan organisasi yang biasanya
    sebagai mad'u atau objek dakwah organisasi tersebut.
    &nbsp&nbsp&nbsp&nbspBanyak sekali kasus dimana
    seorang pemimpin menghadapi masalah dalam mengorganisir anggotanya
    untuk menjalankan amanah-amanahnya sesuai dengan deskripsi tugas dan
    tanggung jawab yang telah ditetapkan. Hal ini tentu bukan pekerjaan
    yang mudah mengingat dalan suatu organisasi dakwah kampus itu terdiri
    dari banyak orang dengan berbagai karakteristiknya sendiri-sendiri.
    Untuk kondisi ini maka sebaik-baik teladan adalah Rasulullah Shalallahu
    'Alaihi Wasallam yang dalam memimpin bukan menganggap bawahan sebagai
    orang yang hanya harus diperntah, namun lebih dari itu memperlakukan
    mereka sebagai sahabat yang selain memang secara fungsional mengemban
    perintah dari seorang pemiimpin namun juga sebagai manusia yang
    memiliki rasa ingin dihargai, memiliki inovasi dan kreasi serta
    kesempatan untuk berimprovisasi selama itu masih dalam rel untuk
    memajukan organisasi tersebut.
    &nbsp&nbsp&nbsp&nbspOleh karenanya, sejak semula ajaran
    dien kita sudah mewanti-wanti untuk menyerahkan suatu urusan kepada
    orang yang ahli. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh
    seorang pemimpin.
    Pertama, kondisi internal pemimpin itu sendiri.

    Kedua, keterbatasan sumber daya materil.

    Ketiga, waktu pelaksanaan program yang telah ditetapkan.
    Keempat, keanekaragaman kondisi, watak dan perilaku anggota.
    Kelima, dinamika lingkungan.
    Kelima aspek ini sekilas
    tampak seperti hujan batu yang datang bertubi-tubi. Perlu taktik dan
    strategi tertentu untuk menyikapinya dan secara singkat dapat
    dijabarkan sebagai berikut:
    1.Pengenalan
    Seorang pemimpin harus mengenal organisasi lembaga dakwah serta
    lingkungan yang mempengaruhinya. Kemudian mengenal secara lebih
    mendetail tentang permasalahan serta faktor-faktor penyebabnya. Ia
    harus benar-benar jeli melihat peluang bahkan ‘ancaman’ bagi dakwahnya.
    Ia perlu melakukan analisa terhadap Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan,
    dan Ancaman. Dengan demikian akan lebih mudah baginya untuk menentukan
    langkah selanjutnya.
    2.Pemilahan
    Kemudian seorang pemimpin perlu memilah dan memilih antara
    urusan-urusan murni pribadi, urusan-urusan murni organisasi dan
    urusan-urusan yang melibatkan pribadi dan organisasi dan kemudian
    menetapkan garis-garis kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan
    tersebut.
    3.Pembelajaran Sampai di sini, pemimpin masih harus menghadapi
    kendala-kendala yang lebih bersifat non teknis yang seringkali sulit
    diidentifikasi dan diketahui ujung pangkalnya. Untuk kasus ini, maka
    dibutuhkan masukan-masukan dari pihak yang dianggap mampu untuk itu.
    Pemimpin sudah tahu permasalahan dan telah pula menentukan
    kebijakan-kebijakan. Akan tetapi kembali lagi, sebagai suatu sistem,
    pemimpin membutuhkan kerja sama dari anggota-anggotanya. Adalah
    merupakan hal yang hampir mustahil atau membutuhkan waktu yang sangat
    panjang jika seorang pemimpin harus mempelajari watak dari setiap
    anggotanya. Namun ini tetap diperlukan. Caranya, dengan berkonsultasi
    dengan orang yang mengenal pribadi anggota tersebut.
    S&nbsp&nbsp&nbsp&nbspalah satu hal yang penting
    dilakukan oleh seorang pemimpin adalah mencari cara atau metode untuk
    memotivasi anggota untuk mau bekerja. Kita kembalikan pada prinsip
    dasar manusia bahwa pada umumnya manusia itu mau berkerja atau
    melakukan suatu aktifitas jika ia bisa memperoleh sesuatu atau manfaat
    dari aktifitas itu. Ia mau berjalan ke dapur jika ia tahu dengan ke
    dapur ia bisa memperoleh makanan untuk mengisi perutnya yang lapar
    misalnya. Demikian juga dalam organisasi, mungkin saja ia tetap
    melakukan amanah yang diberikan, akan tetapi karena ia merasa tidak
    memperoleh suatu manfaat darinya, maka ia cenderung ogah-ogahan atau
    bahkan tidak mau bekerja sama sekali.
    4. Pengarahan
    Di sinilah fungsi directing seorang pemimpin dalam mengarahkan
    anggotanya. Memotivasi di sini bisa secara fisik dan non fisik. Yang
    paling efektif adalah jika anggota dapat memperoleh suatu manfaat
    materil baik berupa uang atau barang lainnya. Namun untuk suatu
    organisasi dakwah yang memang sejak semula telah mengarahkan
    kegiatannya untuk berjihad atau non profit oriented atau social
    oriented, hal ini tentu jarang terjadi atau memang tidak dianjurkan.
    Maka, imbalan berupa non materil paling tidak harus tersedia. Ini pun
    bermacam-macam, misalnya dengan bekerja atau melaksanakan amanah, maka
    seseorang dapat memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, atau ia akan
    makin banyak memperoleh teman atau menambah pengalaman beroganisasi dan
    dakwah bil hal, dan lain-lain. Untuk mencapai maksud ini, maka pemimpin
    dapat mengambil keputusan untuk menyelenggarakan kegitan-kegiatan
    seperti kajian-kajian ilmu, pelatihan-pelatihan, dan lain-lain.
    5. Pelaksanaan
    Setelah kesemuanya itu dilakukan, maka hasilnya sangat tergantung
    kepada bagaimana cara dan metode pelaksanaan serta tentu saja
    partisipasi aktif anggota. Memang dibutuhkan apa yang namanya mujahadah
    untuk merealisasikannya dan dibarengi dengan good willing serta sense
    of belonging betul-betul harus ditanamkan pada diri setiap anggota.
    &nbsp&nbsp&nbsp&nbspSatu hal yang paling penting
    adalah, bahwa amanah-amanah dalam suatu organisasi dakwah sesungguhnya
    bukan amanah dari pemimpin tapi adalah amanah dari Allah yang dengannya
    kita akan dihisab di mahkamah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan
    sesungguhnya merupakan jihad fi sabilillah yang dengannya tak ada lain
    yang akan kita peroleh selain jannatunna'im. Insya Allah.
    Buat saudara-saudaraku di LDK Ashhaabul Kahfi UMI, Makassar,

    Let's go jihad
    Sitnah A.Marasabessy



    link>>>> http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=188&Itemid=193

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: KKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

    Post by TauffaN on Thu Nov 26, 2009 12:48 pm

    hick,... masih ada "&nbsp",... padahal dah tertarik ana mau bacanya,..


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    revoLUTHIon
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 243
    HP : 101
    Reputation : 3
    Registration date : 06.02.09
    Age : 29
    Lokasibekasi

    Re: KKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

    Post by revoLUTHIon on Mon Nov 30, 2009 8:17 am

    sebagai programer ente harusnya ngerti tulisan itu fan Smile)


    _________________
    Then which favors of 4WI will you deny As sins are revealed for us to be avoided

    Sponsored content

    Re: KKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

    Post by Sponsored content Today at 9:26 pm

      Similar topics

      -

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:26 pm