Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Renungan di Tahun Baru

    Share
    avatar
    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 30
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Renungan di Tahun Baru

    Post by TauffaN on Mon Dec 21, 2009 7:17 pm

    Renungan di Tahun Baru

    Pada awal suatu tahun aku pernah berkata kepada seseorang, "Berilah aku cahaya yang dapat aku jadikan pelita dalam menulusuri alam kehidupan yang ghaib dan majhul ini, karena aku dalam kebingungan." Lalu orang itu menjawab, "Letakkan tanganmu di tangan Allah niscaya Dia akan menuntunmu ke jalan yang lurus."

    Dan disebuah persimpangan jalan berhentilah seorang musafir kelana yang telah berjalan mengarungi padang kehidupan, ia menoleh kebelakang melihat jerih payahnya di sepanjang jalan kehidupan yang telah dilaluinya. Lalu ia tujukkan pandangannya ke depan untuk melihat jauhnya perjalanan yang harus ditempuhnya lagi.

    Wahai orang-orang yang sedang kebingungan di padang kehidupan, sampai kapankah engkau hidup dalam pertualangan dan kesesatan, padahal di tanganmu ada pelita yang bersinar cemerlang?

    Nyatakanlah penyesalan dan kesedihan atas segala dosa-dosa yang telah kau lakukan. Ucapkanlah kalimat istighfar dan kata taubat. Semoga Allah menghapuskan semua noda dan dosamu dan mengangkat tinggi derajatmu. Dan semoga pula engkau menjadi orang yang didekatkan kepada-Nya.

    "Semua anak Adam pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Darimi)

    "Sungguh Allah cinta orang yang bertaubat dan cinta orang yang membersihkan diri." (2:222)

    Alangkah dekatnya Tuhanmu kepada dirimu, sedangkan engkau tak mau mendekati-Nya. Alangkah cintanya Dia kepadamu, sedangkan engkau tidak mau mencintai-Nya. Alangkah besar kasih sayang-Nya kepadamu, sedangkan engkau melupakan hal itu.

    Sesungguhnya ia telah berkata dalam hadits qudsi-Nya:
    "Aku menuruti keyakinan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku. Maka jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Akupun mengingatnya di dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku ketika sedang berada di tengah khalayak ramai, niscaya Kuingat dia di dalam kumpulan orang yang lebih baik daripada mereka itu. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan bila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majjah)

    Dalam hadits qudsi yang lain disebutkan:
    "Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berlari mendekatimu." (HR Ahmad)

    Rasulullah Saw bersabda:
    "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari. Begitulah hingga matahari terbit dari barat." (HR Muslim)

    Yang demikian itu menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, melebihi kasih sayang ibu kepada anak tunggal yang disayanginya.

    "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia." (22:63)

    Barangsiapa yang mengerti hakikat waktu, maka ia telah mengetahui kehidupan, sebab waktu adalah kehidupan.

    Ketika roda jaman berputar, melintasi tahun-tahun kehidupan untuk menyongsong tahun baru lagi, kita berhenti di persimpangan jalan. Dan alangkah perlunya pada kesempatan yang hanya sebentar ini kita melakukan koreksi diri terhadap masa-masa lalu dan mengarahkan pandangan ke depan sebelum datangnya yaumil hisab (hari perhitungan).

    Karena hari perhitungan itu pasti datang.

    Saat masa lalu kita hanya bisa sesali dosa-dosa, maka kita perlu mengatur langkah sebaik-baiknya agar tak tergelincir lagi. Kita luruskan yang bengkok, dan kita kejar yang luput. Selagi ada kesempatan, selagi masih ada umur.

    Dan untuk menghadapi masa yang akan datang kita buat persiapan berupa hati yang bersih, niat yang suci, dan kemauan yang kuat untuk melakukan kebajikan. Al Qadhi Abu Nasr Muhammad bin Wadlan, meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda dalam satu khutbahnya demikian:
    "Wahai manusia! Sesungguhnya kamu mempunyai rambu petunjuk jalan, karena itu ikutilah petunjuk itu dan kamu mempunyai batas, karena itu berhentilah pada batas akhirmu. Sesungguhnya orang mukmin itu berada di antara dua ketakutan, antara waktu yang telah lampau di mana ia tidak tahu apa yang akan diperbuat Allah terhadap dirinya dalam waktu lampau itu, dan antara waktu yang masih tersisa di mana ia tidak tahu apa yang ditetapkan Allah dalam sisa waktu usianya itu. Karena itu hendaklah seseorang hamba memanfaatkan dirinya dengan sebaik-baiknya demi keselamatan dirinya sendiri nanti, menggunakan kehidupan dunia sebaik mungkin demi untuk kepentingan akhiratnya, menggunakan masa mudanya sebelum datang hari tuanya, dan memanfaatkan masa hidupnya sebelum ajal tiba.

    Demi Dzat Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesudah kematian tak ada kepayahan, sesudah kehidupan dunia tak ada kehidupan melainkan syurga atau neraka."

    maka,

    "Tiada suatu hari pun yang fajarnya menyingsing melainkan ia berseru, 'Wahai anak adam! Aku adalah makhluk baru, dan Aku menyaksikan segala amal perbuatanmu, maka ambilah bekal daripadaku, karena sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi hingga datangnya hari kiamat nanti.'" (HR Abu Nu'aim dari Ma'qil bin Yasar Ad-Dailami dari Ibnu Abbas, Abul Qasim Hamzah Ibnu Yusuf As-Suhaimi dan Ar-Rafi'i dari Ma'qil bin Yasar dengan lafal yang berbeda-beda. Dan diriwayatkan juga oleh Baihaqi secara mursal dari Utsman bin Muhammad bin Al-Mughirah bin Al-Akhnas). Dan Ad-Dailami meriwayatkan pula dari Utsman dari Sa'id bin Al-Musayyab dari Ibnu Abbas dengan tambahan: "Demikian pula malam berkata, 'Aku ingin membuat tulisan yang berkenaan dengan tahun baru, tentang hijrah dan sejarahnya, tentang ulang tahun dan tentang bagaimana berpesta menyambut tahun baru itu. Tetapi ternyata diriku menuju ke arah yang lain yang bukan itu, yaitu menghimbau saudara-saudara tersayang yang telah melupakan nilai waktu dan melalaikan rahasia hidup serta tidak memikirkan hikmah dan sebab musabab ujian yang menimpa kita.'"

    "Ia menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji, siapa yang paling baik amalannya di antara kamu." (67:2)

    "Sungguh, Kami telah ciptakan manusia dari setitik mani campuran, untuk mengujinya." (76:2)

    Aku bisikkan kata-kata ini kepada saudara-saudaraku yang mulia.
    Mudah-mudahan kita dapat melepaskan tangan kita dari belenggu-belenggu syaithan. Dapat berjalan bersama-sama pasukan Allah Yang Maha Penyayang dibawah payung ampunan dan keridhaan-Nya. Sehingga jadilah tahun baru ini sebagai titik tolak lembaran putih yang bersih bercahaya. Lantas, kita gunakan untuk mencatat lembaran kehidupan masa depan yang gemilang. Kalau dahulu lembaran hidup kita telah dihitamkan oleh titik-titik noda dan dosa, maka dengan taubat yang sebenar-benarnya kita berharap mudah-mudahan Allah berkenan menghapuskan dan menggantinya dengan lukisan kebajikan dan keberkatan.

    "Dialah yang menerima taubat hamba-hamba-Nya. Dan mengampuni dosa-dosanya. Ia mengetahui segala tingkah lakumu. Ia kabulkan doa orang-orang yang beriman dan melakukan amal kebaikan. Ia menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Tetapi orang-orang yang tidak beriman, bagi mereka siksaan yang dasyat." (42:25-26)

    Dan betapa teliti dan waspadanya Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

    "Kami telah ciptakan manusia dan kami tahu apa yang dibisikkan hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya. Apabila kedua malaikat pencatat membuat catatan, satu duduk di kanan dan satu di kiri. Setiap kata yang ia ucapkan tentulah disampingnya ada penjaga siap mencatat." (50:16-18)

    "Apakah mereka mengira Kami tiada mendengar rahasia-rahasia dan perundingan-perundingan mereka secara diam-diam? Pastilah kami mendengar dan para utusan Kami hadir di depan mereka membuat catatan." (43:80)

    Kemudian betapa pula cermatnya perhitungan pada hari pembalasan.

    "Maka barangsiapa melakukan kebaikan seberat dzarrah, akan melihatnya! Dan barangsiapa melakukan kejahatan kebaikan seberat dzarrah, akan melihatnya!" (99:7-Cool

    Tapi, betapa pula besarnya pahala orang-orang yang mau melakukan kebaikan:

    "Barangsiapa takut akan waktu berdiri di depan Tuhannya (untuk
    dihisab), dan menahan diri dari nafsunya, syurgalah tempat
    kediamannya." (79:40-41)

    "Jika ada suatu kebaikan (dilakukan orang), Allah melipat gandakannya, dan diberi-Nya pahala yang besar daripada-Nya." (4:40)

    "Barangsiapa melakukan kebaikan ia akan mendapat pahala yang lebih baik dari itu, Dan mereka akan aman hari itu dari kedasyatan." (27:89)

    Dan sungguh besar ampunan Allah kepada orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.

    "...kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan melakukan amal kebaikan, kejahatannya akan diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (25:70)

    "Tapi memang Aku pun Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat dan beriman, yang melakukan amal kebaikan, kemudian bersedia menerima pimpinan." (20:82)

    Wahai saudara-saudara yang telah letih, yang tersungkur di bawah tindihan noda dan dosa, janganlah anda berputus asa dan jangan pula putus harapan. Inilah saat pengampunan yang datang bersamaan dengan datangnya tahun baru. Inilah hembusan angin penerimaan taubat yang dengan lemah lembut menerpa wajah tahun baru yang molek dan indah. Inilah cahaya hidayah yang memancar bersamaan dengan terbitnya bulan sabit yang cerah dan indah.

    Imam Asy-Syahid Hasan al-Banna


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

      Waktu sekarang Tue Mar 28, 2017 3:33 am