Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    SEBELUM WISUDA MENYAPA

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    SEBELUM WISUDA MENYAPA

    Post by santii on Tue Feb 09, 2010 10:34 am

    [size=18]"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan
    untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada
    Allah ...!’ (QS. Ali Imran [3] : 110)

    .



    Rasanya baru kemarin kelulusan seragam abu-abu mengantarkan diri ini pada
    status penuh pengorbanan sebagai seorang mahasiswi, kini detik - detik
    perjuangan menuju kelulusan sarjana sudah tampak jelas terlihat didepan mata.
    Skripsi... suka atau tidak suka akan segera menuntut perjuangan yang luar biasa
    untuk menuju pencapaian puncak gelar kesarjanaan. Kehadiran status sarjana yang
    memunculkan kebahagiaan dan kekhawatiran tersendiri didalam relung hati


    Gelar sarjana
    walaupun meninggalkan romantika kenangan tak terlupakan bagi pribadi namun
    kehadirannya membawa kebahagian lain yang didamba. Toh pada akhirnya kita tak
    menginginkan menjadi mahasiswa selamanya bukan? Kesarjanaan muncul sebagai
    indikator kesuksesan pasca kuliah dalam menyelesaikan jejalan tugas, materi dan
    praktikum yang diamanahkan ke punggung tiap-tiap makhluk yang berstatus sebagai
    mahasiswa, Kesarjanaan merupakan parameter kebahagian bagi orang tua yang
    mengharapkan identitas bernilai prestise ini melekat pada keturunan darah
    dagingnya, Kesarjanaan sebagai suatu kebahagian yang tersimbolkan pada lembaran
    ijazah , transkrip nilai , dan penambahan penulisan gelar dibelakang nama
    sebagai bukti kerja keras selama 4 tahun didunia yang kental akan budaya
    ilmiah..


    Namun
    kelulusan ini pun menorehkan kekhawatiran yang amat ditakutkan. Memunculkan
    kegalauan jika ternyata lulusan sarjana hanya mampu menambah daftar antrian
    pencari lowongan kerja , hanya mampu menyesakkan lapangan kerja yang semakin
    sulit dicari. Kegelisahan melanda jika disiplin ilmu yang telah ditekuni selama
    4 tahun sama sekali tidak memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja.
    Rasanya senyuman orang tua yang begitu mengharap anaknya dapat segera hidup
    mandiri setelah kelulusan hanyalah kesemuan belaka. Kegagahan dan kepercayaan
    akan kemampuan dan bekal diri yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk membahagiakan
    orang – orang tercinta hanya terpatri tatkala desahan napas masih berkutat
    dalam zona kampus, namun disaat dunia kerja nyata tertapaki segalanya terlihat
    begitu berbeda.


    Lalu
    hal apa yang mungkin luput dari pertimbangan disaat perjuangan didunia kampus
    masih dijalani ? bagian mana yang mungkin terlewatkan dalam menjelajahi
    perjalanan pencarian ilmu diatmosfir kampus ?Satu hal yang patut digaris bawahi
    tersebut adalah rasa syukur. Kadang kita melupakan bahwa salah satu wujud rasa
    syukur kita terhadap sang Illahi Rabbi atas segala nikmat yang ada adalah
    dengan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan dan senantiasa
    memanfaatkan setiap kesempatan tersebut dengan sebaik – baiknya. Penyadaran
    diri bahwa perkuliahan adalah amanah mulia dari Nya inilah yang sering
    terabaikan. Sehingga tidak maksimal dalam menapaki perjalanannya, tidak
    memberikan yang terbaik dalam setiap perbuatan yang kita jalani selama
    mengenyam bangku perkuliahan. Tujuan akhir hanyalah sekedar terfokuskan pada
    gelar sarjana semata bukan pada amal pembekalan ilmu agar tercapai ridho
    Illahi. Astagfirullahaladzim.



    Perkuliahan
    patut disyukuri kehadirannya karena tidak semua orang berkesempatan untuk
    menikmatinya, tidak semua orang dipercayakan untuk menjajaki penelusuran ilmu
    dalam institusi yang ternyata membutuhkan dana yang sangat mahal ini.
    Perkuliahan bukanlah ajang persaingan prestise seperti yang terjadi kini,
    mahasiswa dengan begitu bangganya mengagungkan kekayaan harta ditengah-tengah
    keprihatinan ekonomi bangsa, sehingga tak sungkan-sungkan untuk mengadakan
    kegiatan hura-hura dengan pembiayaan yang melambung tinggi disaat daya beli
    masyarakat justru jatuh tiarap, menurun begitu ekstrim. Mahasiswa terlalu
    memaksakan diri agar tampil modis dengan mengandalkan pakaian, sepatu dan
    aksesoris yang bermerek, terdoktrin oleh pemujaan akan penampilan fisik,
    terjajah oleh pemikiran hedonisme. walaupun harus merogoh isi kantong luar
    biasa besar. Perkuliahan akhirnya hanya menjadi sarana kebanggaan harta
    kekayaan orang tua, hanya dijadikan sebagai topeng menutupi
    ketidakberdayaannya .


    Perkuliahan
    adalah suatu persaingan prestasi. Didalamnya tersebar kesempatan untuk
    mengembangkan potensi diri dengan perluasan ilmu dan pengalaman, terpatri
    budaya ilmiah yang mungkin sulit ditemukan diluar komunitas kampus, didalamnya
    terdapat pembelajaran yang tak sekedar bersifat akademik, namun lebih dari itu.



    Pembelajaran
    kemandirian dalam mengelola suatu usaha bukanlah hal yang mustahil untuk
    diwujudkan didunia kampus. Kampus dapat menjadi sarana potensial membangun
    jalinan kerja sama diantara rekan seperjuangan. Bersama menapaki kelelahan demi
    pengembangan suatu usaha adalah action konkrit untuk menghempaskan kekhawatiran
    menjadi pengangguran pasca kuliah, mengelakkan perasaan malu menjadi sarjana
    basi tanpa kerjaan yang pasti diakhir perkuliahan nanti. Kegigihan dalam
    menciptakan peluang bisnis sebelum kelulusan terjadi, setidaknya menghadirkan
    kemungkinan terkuranginya desakan para pencari kerja diluar sana. Jika kita
    menolak selamanya sebagai robot–robot cetakan budaya yang harus selalu siap
    disuruh maka sebelum wisuda menyapa...akan kian kerasnya berusaha menciptakan
    lapangan pekerjaan minimal untuk diri pribadi. Jika kita enggan selamanya untuk
    terkekang dalam keterikatan sistem yang telah ada maka semangat membangun jiwa
    entrepreunership seharusnya telah terbakar sebelum toga bertahta.... .


    Dakwah
    kampus merupakan salah satu oase pengabdian seorang mahasiswa terhadap sang
    khalik, terlepas dari keterikatannya dalam kepengurusan suatu lembaga dakwah
    kampus atau tidak, karena dakwah adalah pilihan bagi siapapun yang ingin
    menapaki cintaNya. Dakwah
    merupakan perjalanan tarbiyah seorang hamba Allah yang terus menebarkan
    kebaikan dimana pun ia berada. Hanya saja langkah –langkah dan strategi dalam
    berdakwah semakin terkukuhkan dalam lembaga dakwah kampus yang notabene adalah
    zona kondusif yang sarat ilmu dan budaya ilmiah. Dakwah kampus merupakan batu
    loncatan menuju dakwah profesi. Lalu sudah seberapa jauhkah kesiapan baik diri
    maupun kondisi dakwah kampus untuk dapat ditinggalkan menuju dakwah profesi.
    seberapa siap diri kita dalam menghadapi arus diluar sana yang alirannya
    bukanlah sederas arus sungai lagi namun gelombang lautan yang akan kita hadapi,
    sudah seberapa dalam proses tarbiyah melekat dalam pribadi ? kelesuan dakwah
    kampus menjadi indikator begitu lemahnya tarbiyah yang tertanam dalam diri.
    Rasanya tak mungkin meninggalkan kondisi kampus yang kering kerontang,yang
    dahaga akan penyiraman semangat rukhiyah.
    Mungkin para aktivis terlenakan dengan
    target akademik, target pemenuhan materi, target lain yang terselubung dalam
    keegoisan.


    Sebelum
    wisuda menyapa



    berikan upaya yang terbaik , karya terbaik dan kesinergian antara hati, pikiran
    dan tenaga yang terbaik, karena kekuatan dakwah tak akan pernah hadir hanya
    dengan mengandalkan sisa –sisa pemikiran, materi dan tenaga.


    Sebelum Toga bertahta



    Biarkan peluh keringat memainkan perannya dalam menjejaki keseharian hidup
    dijalan dakwah kampus , biarkan tubuh terus memproduksi asam laktat sebagai
    indikator kelelahan demi kebangkitan semangat rukhiyah dakwah kampus


    Sebelum
    Dakwah Profesi Meminta




    Teruskan perjuangan otak agar semakin jitu mengatur strategi dalam merencanakan
    keberhasilan dakwah kampus, Teruskan perjuangan kesucian hati agar kian
    menciptakan keikhlasan sepenuhnya demi merasakan betapa manisnya berjuang
    dijalan Allahu Rabbi.


    Inilah
    justru yang dikhendaki oleh Al Islam, yang telah dicontohkan Rasulullah SAW
    yang mulia, para sahabatnya yang terhormat, dan orang-orang shaleh sesudahnya.
    Berikanlah yang terbaik untuk setiap amal perbuatan, karena kita tercipta
    sebagai umat terbaik..... .


    Wallahualam
    bishawab[/size]

    razi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 119
    HP : 142
    Reputation : 0
    Registration date : 25.07.09
    Age : 26
    Lokasidepok

    Re: SEBELUM WISUDA MENYAPA

    Post by razi on Tue Feb 09, 2010 9:51 pm

    ngelike dlu y...

    blom di baca sih.,

    tp,dari juduly dah bisa ditangkep mksudy.

    semangat ukh..

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:51 am