Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Share

    Aji
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 6
    HP : 9
    Reputation : 0
    Registration date : 10.02.09

    Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Post by Aji on Sat Feb 27, 2010 2:33 pm

    Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2





    Pada kajian bagian kedua ini
    dibahas mengenai akibat negatif memandang yang haram, manfaat menahan
    pandangan, dan faktor-faktor yang bisa menyebabkan kita mampu menahan
    pandangan.
    Akibat Negatif Memandang yang Haram
    1. Rusaknya hati.
    Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah
    mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata:
    لِقَلْبِكَ يَوْمًا أَتْعَبَتْكَ الْمَنَاظِرُوَكُنْتَ إِذَا أَرْسَلْتَ طَرْفَكَ رَائِدًا
    عَلَيْهِ وَلاَ عَنْ بَعْضِهِ أَنْتَ صَابِرُرَأَيْتَ الَّذِي لاَ كُلَّهُ أَنْتَ قَادِرٌ
    Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu
    Suatu saat pandangan itu pasti kan menyusahkanmu.
    Engkau tak kan tahan melihat semuanya,
    Bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaranmu tak berdaya.
    Atau seperti percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya:
    وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِكُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَؤُهَا النَّظَرُ
    Segala peristiwa bermula dari pandangan,
    dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.
    2. Terancam jatuh kepada zina.
    Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan
    lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide
    memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak
    itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan
    dalam amal perbuatan (zina). Penyair berkata:
    فَكَلاَمٌ فَمَوْعِدٌ فَلِقَاءُنَظْرَةٌ فَابْتِسَامَةٌ فَسَلاَمٌ
    Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..
    Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.
    3. Lupa ilmu.
    4. Turunnya bala’
    Amr bin Murrah berkata: “Aku pernah memandang seorang perempuan
    yang membuatku terpesona, kemudian mataku menjadi buta. Ku harap itu
    menjadi kafarat penghapus dosaku.”

    5. Merusak sebagian amal.
    Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.”
    6. Menambah lalai terhadap Allah swt dan hari akhirat.
    7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى
    الله عليه وسلم: ((لَوِ اطَّلَعَ أَحَدٌ فِي بَيْتِكَ وَلَمْ تَأْذَنْ
    لَهُ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ، مَا كَانَ عَلَيْكَ
    جُنَاحٌ)) (متفق عليه).
    Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Jika
    seseorang melongok ke dalam rumahmu tanpa izinmu, lalu kau sambit
    dengan kerikil hingga buta matanya, tak ada dosa bagimu karenanya.”
    (Muttafaq ‘alaih).
    Manfaat Menahan Pandangan
    Di antara manfaat menahan pandangan adalah:
    1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan, karena barangsiapa
    yang mengumbar pandangannya maka penyesalannya akan berlangsung lama.
    2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh terutama mata dan
    wajah, begitu pula sebaliknya jika seseorang mengumbar pandangannya.
    3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor-faktor untuk menguasainya karena
    hati yang bercahaya dan penuh konsentrasi. Imam Syafi’i berkata:

    شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
    وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِـلْمَ نُـوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لاَ يُهْـدَي لِعَاصِي
    Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalan
    Arahannya: “Tinggalkanlah maksiat.”
    Diberitahukannya bahwa ilmu itu cahaya,
    Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.
    4. Mempertajam firasat dan prediksi
    Syuja’ Al-Karmani berkata:

    مَنْ عَمَرَ ظَاهِرَهُ بِاتِّبَاعِ السُّنَّةِ،
    وَبَاطِنَهُ بِدَوَامِ الْمُرَاقَبَةِ، وَغَضَّ بَصَرَهُ عَنِ
    الْمَحَارِمِ، وَكَفَّ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهَوَاتِ، وَأَكَلَ مِنَ
    الْحَلاَلِ- لَمْ تُخْطِئْ فِرَاسَتُهُ.
    “Siapa yang menyuburkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah,
    menghiasi batinnya dengan muraqabah, Menundukkan Pandangannya dari yang
    haram, menahan dirinya dari syahwat, dan memakan yang halal maka
    firasatnya tidak akan salah.”

    5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah swt).
    Al-Hasan bin Mujahid berkata:

    غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ.
    Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah swt akan mewarisi cinta Allah.


    Faktor-faktor Penyebab Mampu Menahan Pandangan
    Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:

    1. Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
    2. Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
    3. Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
    4. Meyakini manfaat menahan pandangan.
    5. Melaksanakan pesan Rasulullah saw untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.
    6. Memperbanyak puasa.
    7. Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).
    8. Bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaqnya.
    9. Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.

    – Tamat
    Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Tazkiyatun Nufus
    23/2/2010 | 08 Rabiul Awwal 1431 H | Hits: 1.134


    Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah





    dakwatuna.com – Pada kajian bagian kedua ini
    dibahas mengenai akibat negatif memandang yang haram, manfaat menahan
    pandangan, dan faktor-faktor yang bisa menyebabkan kita mampu menahan
    pandangan.
    Akibat Negatif Memandang yang Haram
    1. Rusaknya hati.
    Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah
    mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata:
    لِقَلْبِكَ يَوْمًا أَتْعَبَتْكَ الْمَنَاظِرُوَكُنْتَ إِذَا أَرْسَلْتَ طَرْفَكَ رَائِدًا
    عَلَيْهِ وَلاَ عَنْ بَعْضِهِ أَنْتَ صَابِرُرَأَيْتَ الَّذِي لاَ كُلَّهُ أَنْتَ قَادِرٌ
    Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu
    Suatu saat pandangan itu pasti kan menyusahkanmu.
    Engkau tak kan tahan melihat semuanya,
    Bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaranmu tak berdaya.
    Atau seperti percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya:
    وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِكُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَؤُهَا النَّظَرُ
    Segala peristiwa bermula dari pandangan,
    dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.
    2. Terancam jatuh kepada zina.
    Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan
    lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide
    memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak
    itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan
    dalam amal perbuatan (zina). Penyair berkata:
    فَكَلاَمٌ فَمَوْعِدٌ فَلِقَاءُنَظْرَةٌ فَابْتِسَامَةٌ فَسَلاَمٌ
    Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..
    Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.
    3. Lupa ilmu.
    4. Turunnya bala’
    Amr bin Murrah berkata: “Aku pernah memandang seorang perempuan
    yang membuatku terpesona, kemudian mataku menjadi buta. Ku harap itu
    menjadi kafarat penghapus dosaku.”

    5. Merusak sebagian amal.
    Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.”
    6. Menambah lalai terhadap Allah swt dan hari akhirat.
    7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى
    الله عليه وسلم: ((لَوِ اطَّلَعَ أَحَدٌ فِي بَيْتِكَ وَلَمْ تَأْذَنْ
    لَهُ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ، مَا كَانَ عَلَيْكَ
    جُنَاحٌ)) (متفق عليه).
    Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Jika
    seseorang melongok ke dalam rumahmu tanpa izinmu, lalu kau sambit
    dengan kerikil hingga buta matanya, tak ada dosa bagimu karenanya.”
    (Muttafaq ‘alaih).
    Manfaat Menahan Pandangan
    Di antara manfaat menahan pandangan adalah:
    1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan, karena barangsiapa
    yang mengumbar pandangannya maka penyesalannya akan berlangsung lama.
    2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh terutama mata dan
    wajah, begitu pula sebaliknya jika seseorang mengumbar pandangannya.
    3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor-faktor untuk menguasainya karena
    hati yang bercahaya dan penuh konsentrasi. Imam Syafi’i berkata:

    شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
    وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِـلْمَ نُـوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لاَ يُهْـدَي لِعَاصِي
    Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalan
    Arahannya: “Tinggalkanlah maksiat.”
    Diberitahukannya bahwa ilmu itu cahaya,
    Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.
    4. Mempertajam firasat dan prediksi
    Syuja’ Al-Karmani berkata:

    مَنْ عَمَرَ ظَاهِرَهُ بِاتِّبَاعِ السُّنَّةِ،
    وَبَاطِنَهُ بِدَوَامِ الْمُرَاقَبَةِ، وَغَضَّ بَصَرَهُ عَنِ
    الْمَحَارِمِ، وَكَفَّ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهَوَاتِ، وَأَكَلَ مِنَ
    الْحَلاَلِ- لَمْ تُخْطِئْ فِرَاسَتُهُ.
    “Siapa yang menyuburkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah,
    menghiasi batinnya dengan muraqabah, Menundukkan Pandangannya dari yang
    haram, menahan dirinya dari syahwat, dan memakan yang halal maka
    firasatnya tidak akan salah.”

    5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah swt).
    Al-Hasan bin Mujahid berkata:

    غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ.
    Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah swt akan mewarisi cinta Allah.
    Faktor-faktor Penyebab Mampu Menahan Pandangan
    Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:

    1. Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
    2. Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
    3. Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
    4. Meyakini manfaat menahan pandangan.
    5. Melaksanakan pesan Rasulullah saw untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.
    6. Memperbanyak puasa.
    7. Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).
    8. Bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaqnya.
    9. Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.

    – Tamathttp://www.dakwatuna.com/2010/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan-bagian-ke-2/

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    Re: Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Post by santii on Mon Mar 01, 2010 10:02 am

    5. Merusak sebagian amal.
    Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa
    membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah
    membatalkan puasanya.”

    masya allah..

    kasihan kaum adam yang tidak bisa menahan pandangan matanya..
    karena, yang bisa membatalkan shaum ada dimana-mana..

    kepada kaum hawa..
    jangan sampai kita menjadi objek zinna..

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Post by TauffaN on Thu Mar 04, 2010 1:49 pm

    waduh pantas akhir2 ini banyak yang terlupakan ,.....

    menurut "abdullah" mungkin ada beberapa faktor yang dapat di maklumi
    kenapa kaum hawa susah menutup auratnya di jaman "century" ini,...

    1. karena faktor ekonomi
    susah beli baju yang udah jadi dan bagusan,... jadinya belinya "baju yang setengah jadi" aja

    2. karena faktor kedewasaan.
    belum sadarnya mereka terhadap umur yang sudah dijalani, mungkin karena
    penyakit atau syndrome sehingga mereka merasa berumur seperti anak SD
    kemana-mana memakai celana pendek,.. padahal umur sudah 20an

    3. faktor sosial
    rasa sosial yang tinggi terhadap anak-anak fakir-miskin yang ndak mampu
    beli baju, sehingga hatinya tergerak untuk mersakan penderitaan
    mereka,.. hidup tanpa pakaian yang layak,..

    4. faktor budaya
    karena pakaian adat yang tak menutupi aurat sehingga membuat mereka
    terpaksa menjung tinggi budaya tersebut, minimal dari segi tak menutup
    auratnya.

    5. faktor ilmu pengetahuan
    kurangnya pengetahuan akan bahayanya "laki2 hidung2 belang2" ketika melihat "anak SD" jalan sendirian...
    atau
    lebihnya pengetahuan, khususnya 'ilmu kanuragan" sehingga gak ngaruh mau make
    pakaian bijimana pun, ntar kalo ketemu "laki2 hidung2 belang2" yg usil tinggal dihajar kabeh

    6. faktor politik
    sang do'i pusing mikirin hak angket, pansus, koalisi, aksi, reshuffle, di kasus "century" jadinya pusing mau make baju yang mana, karena otak makin galau jadi bajunya pun "galau"

    7. faktor agama
    sayang gak ada alasan buat do'i untuk faktor ini, kalo ada mungkin gak ada pujangga yang bilang begini,...

    aurat yang mestinya tersembunyi..
    Kini menjadi barang murahan komodite non migas..
    Obral sana, obral sini tak punya malu
    Karena kulit sudah seperti badak muka seperti tembok.

    sekian terima kasih,.. nice inpoh bib


    Terakhir diubah oleh TauffaN tanggal Thu Mar 04, 2010 10:38 pm, total 1 kali diubah


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    yu2n
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 315
    HP : 321
    Reputation : 5
    Registration date : 06.02.09
    Age : 28
    Lokasijakarta

    Re: Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Post by yu2n on Thu Mar 04, 2010 9:12 pm

    menurut "abdullah" mungkin ada beberapa faktor yang dapat di maklumi
    kenapa kaum hawa susah menutup auratnya di jaman "century" ini,...

    mentang2 lg rame2nya kasus bank century nih,,, klo taun dpn ad kasus bank mentari *misalnya, jd ntar ganti jaman donk....

    Sponsored content

    Re: Ghadh-Dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-2

    Post by Sponsored content Today at 6:53 pm


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:53 pm