Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    mau tanya tentang lamaran dan suka

    Share

    nina_apriyani
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 114
    HP : 223
    Reputation : 5
    Registration date : 10.02.09
    Age : 28
    LokasiJalan Lapan gang sawi rt 003/01 13710 pekayon ps rebo jak-tim

    mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by nina_apriyani on Tue Mar 09, 2010 9:50 pm

    assalamu`alaikum....
    sebenrnya gak ada mksd apa2...cuma tiba2 kepikiran aja sama pertanyaan ini...:

    misalnya ada perempuan/akhwat yang dilamar/ akan dilamar oleh laki2 yang suka sama tuh perempuan/akhwat, tapi akhwat/perempuan itu tidak suka atau tidak setuju (menolak) lamaran itu? itu sebenrnya boleh gak sih?

    LYa
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 110
    HP : 59
    Reputation : 1
    Registration date : 06.02.09
    Age : 30
    Lokasijakarta

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by LYa on Tue Mar 09, 2010 10:01 pm

    setau aku boleh..karena kan wanita bisa memutuskan.,,,ketika Allah tak mencondongkan hati kita padanya..masa mau maksa tetep ditrima...

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by TauffaN on Tue Mar 09, 2010 10:46 pm

    wah ruangan kosan jadi panas gini ya,..

    setau ana menolak lamaran tanpa alasan Syar'i tidaklah benar, apalagi yang melamar, misalnya agama dan akhlaknya baik. Adapun pertimbangan dakwah dapat digunakan selagi tidak berbenturan dengan Syariah.

    sebagai bonus ana tambahin penjelasan khitbah(lamaran/pinangan),....

    Khithbah (Meminang)

    Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya (Mengkhitbah). Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Khitbah Boleh langsung disampaikan kepada wanitanya, atau atau kepada walinya. Tetapi saya disini berpendapat bahwa khitbah harus disampaikan kepada walinya, karena wanita yang yang belum menikah masih berada dalam pengawasan dan perlindungan walinya. wanita yang boleh di pinang adalah wanita yang memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

    Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dinikahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).

    Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya. Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya.“(HR. Jamaah). Apabila seorang wanita memiliki dua syarat ini maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

    Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnya. Dari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya.” Jabir berkata: “Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya.“(HR.Abu Daud).

    sumber: click here

    suka ataupun tak suka kalo Allah sudah menjodohkannya mau berbuat apalagi?
    ...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh
    jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah
    mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
    (QS. Al-Baqarah : 216).

    pikirkan dengan matang2 dulu, dikhawatirkan setelah menolak 3x ntar dapet piring cantik kadang bisa juga dituker ama payung ,

    wahahaha kyknya sebentar lagi bakalan ada undangan lagi nih,....


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    nina_apriyani
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 114
    HP : 223
    Reputation : 5
    Registration date : 10.02.09
    Age : 28
    LokasiJalan Lapan gang sawi rt 003/01 13710 pekayon ps rebo jak-tim

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by nina_apriyani on Wed Mar 10, 2010 2:22 pm

    TauffaN wrote:wah ruangan kosan jadi panas gini ya,..

    setau ana menolak lamaran tanpa alasan Syar'i tidaklah benar, apalagi yang melamar, misalnya agama dan akhlaknya baik. Adapun pertimbangan dakwah dapat digunakan selagi tidak berbenturan dengan Syariah.

    sebagai bonus ana tambahin penjelasan khitbah(lamaran/pinangan),....

    Khithbah (Meminang)

    Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya (Mengkhitbah). Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Khitbah Boleh langsung disampaikan kepada wanitanya, atau atau kepada walinya. Tetapi saya disini berpendapat bahwa khitbah harus disampaikan kepada walinya, karena wanita yang yang belum menikah masih berada dalam pengawasan dan perlindungan walinya. wanita yang boleh di pinang adalah wanita yang memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

    Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dinikahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).

    Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya. Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya.“(HR. Jamaah). Apabila seorang wanita memiliki dua syarat ini maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

    Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnya. Dari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya.” Jabir berkata: “Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya.“(HR.Abu Daud).

    sumber: click here

    suka ataupun tak suka kalo Allah sudah menjodohkannya mau berbuat apalagi?
    ...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh
    jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah
    mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
    (QS. Al-Baqarah : 216).

    pikirkan dengan matang2 dulu, dikhawatirkan setelah menolak 3x ntar dapet piring cantik kadang bisa juga dituker ama payung ,

    wahahaha kyknya sebentar lagi bakalan ada undangan lagi nih,....


    kok kesannya maksa ya....
    kalo dari segi agama itu satu keyakinan tapi beda faham gmn dunks?
    trus kalo mang kita gak suka karena dah tau sifat dan wataknya gamn juga dunks?

    LYa
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 110
    HP : 59
    Reputation : 1
    Registration date : 06.02.09
    Age : 30
    Lokasijakarta

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by LYa on Thu Mar 11, 2010 2:12 pm

    tenang2..kan masih ada istikhoroh...kalo hati ga mantep ya ga papa kalii..masa nikah hatinya ga mantep..

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by TauffaN on Thu Mar 11, 2010 3:37 pm

    kok kesannya maksa ya....

    bagian mana yang kesannya maksa ?,.... watch n learn carefully,...


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    nina_apriyani
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 114
    HP : 223
    Reputation : 5
    Registration date : 10.02.09
    Age : 28
    LokasiJalan Lapan gang sawi rt 003/01 13710 pekayon ps rebo jak-tim

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by nina_apriyani on Thu Mar 11, 2010 8:19 pm

    TauffaN wrote:

    setau ana menolak lamaran tanpa alasan Syar'i tidaklah benar, apalagi yang melamar, misalnya agama dan akhlaknya baik. Adapun pertimbangan dakwah dapat digunakan selagi tidak berbenturan dengan Syariah.
    yang ini....hmmmmm.....apa na ya yang terlalu egois,,,???

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by TauffaN on Thu Mar 11, 2010 10:05 pm

    emang selain akhlak dan agama dan baik ada hal lain lagi... ???


    emang rejeki dan jodoh itu emang sudah ditakdirkan ditakdirkan oleh
    Allah, Tapi kita juga harus berupaya dalam mendapatkannya,... tak hanya
    diam termangu, seperti kata krisdayanti... "menghitung hari,.. detik
    demi detik,..." ,

    emang ana belum bisa mempraktikan untuk fiqih sunah yang satu ini ,.. tapi setidaknya bisa sharing pengetahuannya:,.. semoga bermanfaat

    Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

    1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,
    dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan
    wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
    yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
    Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah
    sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh,
    jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik
    buat kita. Amin.

    2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
    orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang
    laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan
    mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi
    Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

    Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan
    menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan
    anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada
    perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah
    yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa
    cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

    Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah
    ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan
    kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi
    nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.
    Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan
    menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para
    pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan
    anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah
    kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin
    tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki
    yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

    3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu
    seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya
    supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara
    kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits
    no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

    Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka
    berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan
    pertolongan Allah itu pasti datang.

    4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
    untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
    merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan
    sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
    tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

    5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
    Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
    dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’
    ”. (Al Mu’min : 60)

    Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah
    niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa
    memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut,
    dan seterusnya.

    Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya
    adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat,
    mengangkat kedua tangan, dll. [2]

    Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya
    adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah
    ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan
    iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

    Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan
    dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha
    yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

    Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah,
    mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha
    Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

    Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi
    ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga
    yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh
    Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras
    dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    “Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan
    sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh
    malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

    Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka
    janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz
    7 hal. 35). [7]

    Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya
    jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah
    (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu
    Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

    6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
    Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar
    datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan
    Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai
    Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

    7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
    sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 –
    6)
    Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak
    kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik
    sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada
    kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam
    Nasyrah.

    8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah,
    niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
    Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama
    Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah
    Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu
    penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

    9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
    Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj :
    40)

    10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)


    Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun
    Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih
    sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka
    kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

    Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?



    Footnote:
    [1] Lihat Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995, hal. 12
    [2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 1 – 2
    [3] Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam
    terakhir. Allah lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya
    Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang
    meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya
    hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758) (lihat Tahajjud
    Nabi, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, Media Hidayah, Sept. 2003,
    hal. 27).
    [4] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 8 – 14
    [5] Idem, hal. 15 – 22
    [6] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M, hal. 103
    [7] Idem, hal. 105
    [8] Idem, hal. 101


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    Sponsored content

    Re: mau tanya tentang lamaran dan suka

    Post by Sponsored content Today at 7:52 am


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:52 am