Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    MenGaPa BerTeriAk..??

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    MenGaPa BerTeriAk..??

    Post by santii on Tue Mar 30, 2010 9:21 am

    assalamu'alaikum wr.wb..

    afwan sebelumnya, artikel ini bingung mau ditaro dimana.

    Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
    “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara
    dengan suara kuat atau berteriak?”
    Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
    menjawab;
    “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia
    lalu berteriak.”
    “Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada
    disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara
    secara halus?”

    Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar
    menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.


    Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi
    kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara
    fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang
    demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka
    berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak
    hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena
    itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

    Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua
    orang saling jatuh cinta?
    Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara
    yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun,
    keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?”
    Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

    Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan
    jawaban.

    “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada
    akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja
    amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

    Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan,
    janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak
    mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat
    seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang
    BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda.”


    (sumber: unknown)

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:26 pm