Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    the power of giving - hukum sebab akibat - hukum menabur dan menuai

    Share

    Hendry
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 141
    HP : 164
    Reputation : 2
    Registration date : 29.03.09
    Age : 26
    LokasiJakarta

    the power of giving - hukum sebab akibat - hukum menabur dan menuai

    Post by Hendry on Tue Apr 27, 2010 8:52 pm

    Suatu hari, seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah
    demi untuk membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tetapi sayang
    sekali uang hasil penjualannya tidak cukup untuk membeli makanan.

    Maka anak itu kemudian memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
    terdekat. Tetapi, saat seorang ibu muda membukakan pintu, ia kehilangan
    keberaniannya.

    Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaganya.
    Ibu muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar dan haus, maka
    diberikanlah segelas besar susu buat anak tersebut.

    Ia meminumnya dengan lahap kemudian bertanya, “Berapa hutang saya kepada
    anda ?”

    “Kamu tidak berhutang apapun kepadaku”, jawabnya. “Orang tuaku dulu
    mengajarkan agar tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang aku
    lakukan.”

    Anak itu menjawab, “Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima
    kasih dari lubuk hati yang terdalam atas segala kebaikanmu.”

    Akhirnya si anak kecil itu meninggalkan rumah si ibu muda dengan badan
    lebih segar, perasaan lebih senang dan hati yang penuh syukur kepada
    Tuhan. Padahal, anak yang bernama Howard Kelly itu, sebelumnya sudah
    merasa putus asa dan hampir menyerah.

    Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari ibu muda (yang telah tua) tersebut
    mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan
    akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan
    dari dokter yang lebih ahli. Dan Dr. Howard Kelly-lah salah satu dokter
    ahli itu..

    Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, Dr. Howard Kelly
    segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung
    mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia
    usahakan untuk menolongnya.

    Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus dan tulus agar ibu itu
    bisa sembuh. “Aku akan melakukan yang terbaik demi kesembuhannya”,
    pikirnya. Setelah melewati perjuangan yang melelahkan, Dr. Kelly
    akhirnya berhasil menyembuhkan wanita itu.

    Pada saat kondisi ibu itu benar-benar membaik, Dr. Kelly meminta Bagian
    Keuangan rumah sakit untuk memberikan semua tagihan ibu itu kepadanya.
    Setelah memeriksanya kemudian Dr. Kelly memberikan catatan di bagian
    tagihan itu.

    Tagihan itu lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita. Namun, wanita
    tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia
    tidak akan sanggup membayar tagihan rumah sakit yang sudah pasti sangat
    mahal itu. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke tagihan itu.
    Sebuah tulisan pada tagihan telah menarik perhatiannya. Ia membaca
    tulisan itu : “Telah Di Bayar Lunas Dengan Segelas Susu”.
    Tertanda, Dr. Howard Kelly.

    Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa
    dan rasa syukur: “Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui
    hati dan tangan manusia yang mulia”

    Moral cerita :

    If you give, then you’ll receive. Apa yang kita
    berikan tidak akan hilang, melainkan akan menjadi ‘emotional bank
    account’ untuk kita. Kebaikan akan berbuah kebaikan, kejelekan juga akan
    menuai kejelekan.


    Maka banyaklah memberi, banyaklah melayani orang lain, tetaplah
    memberi dan tetaplah melayani orang lain. Dengan banyak memberi dan
    melayani, maka Anda akan lebih banyak menerima dan menikmati kesuksesan
    dan keberuntungan. Wish You Luck !


    Wish You Luck. (SA).

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:57 pm