Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    takahashi 5 menit munuju surga

    Share

    santii
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 221
    HP : 356
    Reputation : 7
    Registration date : 04.05.09
    Age : 26
    Lokasijalan bango 3 pondok labu, cilandak, jakarta selatan

    takahashi 5 menit munuju surga

    Post by santii on Sat Jun 26, 2010 9:19 am

    Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga

    dakwatuna.com – Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …
    kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

    Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

    Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

    Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

    Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete
    moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan
    kepada saya?)

    Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

    Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

    Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga
    Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

    Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

    “Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga
    Muhammad.

    Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

    Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik.
    Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

    Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi
    menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

    Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus
    melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

    Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.

    “Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

    Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

    Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

    “Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

    “Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

    “Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

    “Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat
    bukan?”, tanya Takahashi.

    “Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat
    kejadian saat itu.

    “Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

    “Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

    Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

    Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

    Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?

    sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/

    razi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 119
    HP : 142
    Reputation : 0
    Registration date : 25.07.09
    Age : 26
    Lokasidepok

    Re: takahashi 5 menit munuju surga

    Post by razi on Sun Jun 27, 2010 11:04 am

    subhanallah...
    betapa bermakna skali waktu tiap detik,tiap menit,dan tiap jam.

    sbuah kisah yg mnarik yg membuat kita sbg muslim hrus sllu mencoba mmbiasakan dtg k suatu majelis tepat waktu.

    phyna
    Newbie
    Newbie

    Jumlah posting : 38
    HP : 43
    Reputation : 0
    Registration date : 13.02.09
    Lokasijakarte bukan betawi

    Re: takahashi 5 menit munuju surga

    Post by phyna on Sun Jun 27, 2010 11:09 am

    subhanallah..
    good article..

    jazakillah santi artikelnya

    Sponsored content

    Re: takahashi 5 menit munuju surga

    Post by Sponsored content Today at 9:28 pm


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:28 pm