Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Sedemikian mahalkah?

    Share

    Abu_Azzam
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 96
    HP : 9
    Reputation : 0
    Registration date : 09.02.09
    Age : 36
    Lokasips.minggu

    Sedemikian mahalkah?

    Post by Abu_Azzam on Tue Feb 10, 2009 4:27 pm

    Sungguh bodoh jika aku mau menukar cinta Allah dengan cinta manusia
    Sungguh naif jika aku rela menggadaikan surga firdaus dengan sampah dunia
    Sungguh malang jika aku tega menjual kekhusyukan dalam shalat dengan angan-angan haram
    Sungguh merugi jika aku harus mengganti bidadari suci dengan makhluk lemah

    Sedemikian indahkah dunia sehingga aku harus mengejarnya?
    Sedemikian mahalkah cinta manusia sehingga aku harus mengemisnya?

    Sungguh benar Ibnul Khattab yang telah memahami hakikat hidup ini,
    "Andai bukan karena shalat dan majelis ilmu, niscaya aku tidak berminat hidup di dunia ini."
    Sungguh benar Kekasihku SAW yang telah berpesan,
    "Andaikan dunia memiliki nilai, niscaya orang kafir takkan diberi minum."

    Ya, bahkan sayap nyamuk pun lebih mulia dari dunia dan seisinya

    Karena dunia hanyalah pelabuhan
    Perlu bekal dan persiapan
    Begitu juga seorang kawan
    Sebagai penopang dalam perjalanan
    Saat dibutuhkan

    Namun apa jadinya jika kawan itu justru melenakan
    Bukan mendukung namun menjerumuskan
    Ke dalam lembah kenistaan
    Lebih baik melangkah sendirian

    Toh, di surga sana banyak kawan
    Mereka pun banyak yang sampai di sana sendirian
    Tanpa seorang teman

    Karena teman sejati adalah pengobar semangat
    Untuk terus melaju dan melangkah ke depan
    Bukan pemadam api jihad
    Yang merengek cengeng dan manja dalam pelukan

    Sungguh tak semestinya aku risau
    Semua sudah ada Yang Mengatur
    Cukup kutapaki jalan ini bersama keridhoan-Nya
    Tak perlu berharap dari selain-Nya

    Semoga kita berjumpa di sana, kawan
    Di tepi telaga Kautsar bersama para kekasih
    Itulah kebahagiaan sejati
    Jika kau mengetahui

    Jika kau siap melangkah bersama
    Mari kugandeng tanganmu
    Namun jika kau masih terikat dengan dunia
    Lebih baik pulanglah dulu

    Jalan ini sangat terjal, kawan
    Perlu keteguhan dan kesabaran
    Persiapkanlah segalanya
    Untuk menjadi bekal kita nanti di sana

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:58 pm