Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Taubat Nasuha

    Share
    avatar
    lauthfi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 51
    HP : 4
    Reputation : 0
    Registration date : 09.02.09
    Age : 36
    LokasiJakarta

    Taubat Nasuha

    Post by lauthfi on Wed Feb 11, 2009 7:13 am

    Masih di majelis Rasulullah. Sesaat setelah Ikrimah bin Abu Jahal mengucapkan dua kalimat syahadat. Ikrimah telah menjadi muslim dan aman, setelah sebelumnya dia termasuk orang yang diumumkan halal darahnya. Kegembiraan Nabi tidak bisa disembunyikan. Anak musuh Allah dan Rasul-Nya itu telah bertaubat dan bersiap menjadi muslim yang baik.

    Rasul menawarkan untuk Ikrimah, "Tidak ada sesuatu yang kamu minta hari ini dan pernah aku berikan kepada orang sebelummu, kecuali pasti aku akan berikan kepadamu."

    Tawaran itu disambut oleh Ikrimah, "Aku memintamu agar memohonkan ampun bagiku atas semua permusuhan yang dulu aku lakukan kepadamu, atau setiap jalan yang pernah aku letakkan padanya (permusuhanku), atau setiap tempat dimana aku berjumpa denganmu, atau setiap kalimat yang aku keluarkan saat engkau ada di hadapanku atau saat engkau sedang tidak ada."

    Rasul memenuhi permintaan Ikrimah, "Ya Allah ampunilah setiap permusuhan yang pernah ia lakukan padaku dan setiap jalan yang ia tempuh untuk memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah ia atas apa segala caci maki terhadap kehormatanku baik saat aku sedang ada atau aku sedang tidak ada.

    Dengan puas Ikrimah berkata, "Aku sudah ridha, ya Rasulullah."

    Kemudian Ikrimah bertekad, "Demi Allah, ya Rasulullah. Tidaklah harta yang aku pernah gunakan untuk menghalangi orang dari jalan Allah kecuali sekarang aku infakkan dua kali lipatnya di jalan Allah.
    Dan tidaklah peperangan yang dulu aku lakukan untuk menghalangi orang dari jalan Allah kecuali sekarang aku akan melakukannya dua kali lipat di jalan Allah!" (Maghazi al-Waqidi 1/850)

    Ibroh:
    Tawaran Rasul sesungguhnya bisa dimanfaatkan oleh Ikrimah untuk meminta dunia baik harta ataupun jabatan. Tetapi memang bukan itu tujuan ia masuk Islam. Tujuannya adalah ampunan Allah atas semua kesalahan masa lalu.

    Doa ampunan dari Rasul bak embun di pagi hari. Segar, menyejukkan hati Ikrimah dari kegundahan dosa dan kegamangan atas kesalahan masa lalu. "Aku sudah ridha, ya Rasulullah," Ikrimah puas.

    Doa ampunan Nabi jelas doa yang pasti dikabulkan. Menggunung sebesar apapun dosa Ikrimah, pasti sudah diampuni.

    Tetapi taubat nasuha perlu pembuktian. Dosa masa lalu berupa permusuhan dan pendanaan yang dilakukan untuk memadamkan cahaya Islam harus ditebus. Ikrimah pun bertekad akan mengucurkan dana dua kali lipat dari yang pernah diberikan waktu dulu. Dan bertekad akan mengerahkan tenaga dua kali lipat untuk mengajak orang ke jalan Allah.

    Begitulah taubat nasuha. Allah berfirman,

    إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)


    Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (Qs. al-Furqan: 70-71)

    Taubat perlu pembuktian. Pembuktiannya dengan amal shaleh. Agar Allah menerima taubat dan menganti dosa masa lalu dengan kebaikan.

    Persis seperti konsep dalam hadits Nabi,

    يا معاذ أتبع السيئة الحسنة تمحها


    Hai Muadz, Ikutilah kejahatan dengan kebaikan, semoga bisa menghapusnya! (HR. Ahmad no. 22039)

    Beginilah pembuktian taubatnya Ikrimah. Taubat seperti itulah yang menghantarkannya menuju kematian paling mulia; syahid di medan jihad Yarmuk.

      Waktu sekarang Fri Mar 31, 2017 1:32 am