Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Tanya2 ttg Allah = He ???

    Share

    yu2n
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 315
    HP : 321
    Reputation : 5
    Registration date : 06.02.09
    Age : 28
    Lokasijakarta

    Tanya2 ttg Allah = He ???

    Post by yu2n on Wed Jul 08, 2009 5:52 pm

    aslm. pernahkah anda baca Al-quran terjemahan bahasa Inggris?? kata pengganti orang ke 3nya Allah itu He. nah, banyak yg berpendapat bahwa He itu lebih identik ke Yesusnya orang2 kristen, apakah disamakan atau ada alasan lain? yang pernah ana baca sebelumnya bahwa alsannya adalah hanya karena karakter He= maskulinisme dari seorang pria yang hampir sama dengan asmaul husnanya Allah.Apakah benar? mohon pendapat dan dalilnya...syukron,waslm

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: Tanya2 ttg Allah = He ???

    Post by TauffaN on Wed Jul 08, 2009 9:01 pm

    kyknya topik ini cocoknya di Qor'an dan Hadits dobandingkan sastra, karena kita membahas kitab suci Alqur'an dan Alqur'an bukanlah suatu sastra..

    sebelum ana mencoba menjawab adakah maskulinisme dalam Asmaul husna?

    inilah kalo kita sering mengartikan langsung Ayat Al-qura'an, tanpa adanya tafsir dari yang ahlinya, jgnkan dalam english atau bahasa Indonesia, dalam bahasa Arab sekalipun ayat Al-Qur'an tidak bisa diartikan secara langsung dan dapat dimaknakan langsung, oleh pikiran/akal manusia,.. yang bukan ahlinya.,,. satu kata saja kalo kita salah artikan itu bisa merubah satu konteks kalimat dalam Al-Quran, meskipun itu Artian Allah. mungkin dalam english tidak ada kalimat untuk menggantikan kata dia secara universal atau khusus bagi suatu hal(dalam konteks ini adalah kalimat Allah), karena setau ana dia dalam english hanya ada dua untuk kata ganti "dia", he/she(dia laki2/dia perempuan) terlalu spesifik, gak adakan english-nya "dia" selain "he/she/her/his/him", kalo dalam bahasa Indonesia dia bisa bermakna umum, bisa untuk wanita dan bisa juga untuk laki-laki,.. kalo diartikan untuk Allah kata gantinya biasanya menggunakan huruf besar diawalnya,

    contoh... ....pada surat Al-Ikhlas 3-4
    3. He begetteth not, nor is He begotten;
    4. and there is none like unto Him.
    (Qur'an terjemahan english oleh Ali Yusuf")
    3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
    4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
    nah dalam konteks ini sudah terlihat bahwa He/Him "ali yusuf" terpaksa menggunakannya untuk mengartikan Al-Qur'an dalam bahasa inggris, karena tidak ada alternatif lain penggunaan, untuk itulah kalo kita hanya ingin mengartikan secara general seharusnya kita harus paham peletakan dan penggunaannya dalam Al-Quran tersebut, walaupun dalam bahasa apapun.


    dan untuk menafsirkan/mengartikan Al-Qur'an ada beberapa cara
    Cara Pertama.
    Adalah dengan sunnah. Sunnah ini berupa : ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan diamnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

    Cara Kedua.
    Adalah dengan penafsiran para sahabat. Dalam hal ini pelopor mereka adalah Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu. Ibnu Mas'ud termasuk sahabat yang menemani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sejak dari awal dan dia selalu memperhatikan dan bertanya tentang Al-Qur'an serta cara memahaminya dan juga cara menafsirkannya. Sedangkan mengenai Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud pernah berkata : "Dia adalah penerjemah Al-Qur'an". Oleh karena itu tafsir yang berasal dari seorang sahabat harus kita terima dengan lapang dada, dengan syarat tafsir tersebut tidak bertentangan dengan tafsiran sahabat yang lain.

    Cara Ketiga.
    Yaitu apabila suatu ayat tidak kita temukan tafsirnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat, maka kita cari tafsiran dari para tabi'in yang merupakan murid-murid para sahabat, terutama murid-murid Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas, seperti : Sa'ad bin Juba'ir, Thawus. Mujahid, dan lain-lain.

    Sangat disayangkan, sampai hari ini banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang tidak ditafsirkan dengan ketiga cara di atas, tetapi hanya ditafsirkan dengan ra'yu (pendapat/akal) atau ditafsirkan berdasarkan madzhab yang tidak ada keterangannya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam secara langsung. Ini adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan apabila ayat-ayat Al-Qur'an ditafsirkan hanya untuk memperkuat dan membela satu madzhab, yang hasil tafsirnya bertentangan dengan tafsiran para ulama ahli tafsir

    wallahu'alam
    afwan jika ada yg salah

    semoga ada manfaat


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

      Waktu sekarang Sat Jan 21, 2017 10:23 pm