Bersama Anda Membangun Islam

Login

Lupa password?

Like/Tweet/+1

Latest topics

» Newbie!!... silahkan perkenalkan dirinya disini... ^^
Mon Oct 24, 2011 5:09 am by raden galuh agung permana

» update forum 2
Wed Sep 14, 2011 10:00 am by Admin

» Resep Kue Pernikahan
Sat Jun 04, 2011 12:42 pm by aisyah salimah

» Hidup Tak Kenal Kompromi
Sat Jun 04, 2011 11:54 am by aisyah salimah

» Rumah Dunia VS Akhirat
Sun May 22, 2011 11:59 pm by aisyah salimah

» Selamat Jalan Ibunda Tercinta
Sat May 21, 2011 3:48 pm by aisyah salimah

» Cara Youtube tanpa buffer tanpa software
Tue May 10, 2011 8:16 pm by kholis

» tok tok tok...!
Mon May 09, 2011 7:43 pm by santii

» catatan da'wah
Sat May 07, 2011 10:08 pm by nadiachya

Gallery


Top posting users this month

Top posting users this week


    Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Share

    nina_apriyani
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 114
    HP : 223
    Reputation : 5
    Registration date : 10.02.09
    Age : 28
    LokasiJalan Lapan gang sawi rt 003/01 13710 pekayon ps rebo jak-tim

    Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by nina_apriyani on Thu Nov 26, 2009 1:58 am

    15 Agustus 2009



    Sunyi…
    Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang
    menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya,
    seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi
    kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku
    dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh
    namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan.
    Hanya dibahas, ditanya-jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan
    kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan
    mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik.
    Ya… mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku
    terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk berhusnudzhan. Dan
    juga masa depan serta kesibukannku sebagai seorang mahasiswi pasca
    sarjana dan seorang istri. Benar-benar merasa sepertinya tidak punya
    waktu lagi untuk berdakwah.

    Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang
    ku cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep muntiz yang sering
    diceritakan sebagai sesuatu yang hebat? Apakah itu hanya pemanis cerita
    tentang dakwah belaka? Dimanakah konsep yang disebut ukhuwah? Kalau
    dulu, sebelum bekerja jika ada seorang ikhwah melontarkannya kata-kata
    “afwan ukh, ana gak bisa bantu banyak…” atau sms yang berbunyi “afwan
    ukh, ana
    gak
    bisa datang untuk syuro malam ini…” atau kata-kata berawalan “afwan
    ukh…” lainnya dengan seribu satu alasan tidak bisa hadir untuk sekedar
    merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya, dan hal ini.yang
    membuatku merasa agak jengkel, dan pada akhirnya berbuntut pemakluman.
    Itulah diriku yang duluw, tapi sekarang, merasa diri malah yang
    melakukan itu. Sering banget meninggalkan agenda-agenda dakwah. Hanya
    alasan kesibukan, dan adaptasi diri sebagai seorang Mahasiswa en pkerja
    profesional dengan bejibun aktivitas yang ”itu-itu saja” namun terasa
    banyak menyita waktu serta kesibukan mahasiswi pasca yang masya Allah
    diluar prediksi saya sibuknya. Serasa pengen bilang“Izinkan aku untuk
    cuti dari dakwah ini”, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau
    bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini
    sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi,
    atau… dengan lebih memperhatikan ibuku yang sudah semakin ingin ku
    berada di rumah, toh tanpa aku pun dakwah tetap
    berjalan, bukan???

    Mencoba menasehati diri sendiri dengan kondisi dan keadaan diri yang
    tidak menentu, serta fikiran yang sudah muali banyak memikirkan banyak
    hal. Let’s to brainstrom ur mind mel..

    Dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau
    permasalahan-
    permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada
    konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah
    sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada
    seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang
    tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di
    sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat “minta cuti” lantaran
    sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya
    berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.

    Pernah
    pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang
    terdzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah. Sebuah kisah
    nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk
    diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita. Ceritanya, di akhir masa
    kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terdzalimi) hanya mampu
    menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun.
    Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktifis
    dakwah lulus dalam waktu empat tahun. Singkat cerita, ketika si X
    ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan
    teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia
    menjawab “Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos
    kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan
    oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun.”

    Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan
    militansinya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata
    kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan
    mengakumu
    lasikan
    tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di
    sisi lain kita pun merasa sedih… sedih dengan kader-kader dakwah
    (saudara-saudaranya Si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi
    rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

    Semester satu kemaren nilai saya mungkin tidak sejajar dengan
    teman-teman S2 dari UGM, sebenarnya alasannya karena menyiapkan acara
    pernikahan teman yang tergolong mepet waktu perencanaanya, apalagi
    penetapan tanggal nya dan semua prosesi dadakannya itu berlangsung pas
    sibuknya pekerjaan. Tetapi dikalangan teman-teman S2 va berkembang
    rumor, klo aktivis tuh ga terlalu bagus akademiknya, tahu sendiri lah
    ya anak-anak S2 tentu semuanya jago dan merupakan putra terbaik pilihan
    universitas asal, maupun dosen terbaik dari asal institusinya,
    bayangkan saja saya bersejejar dengan mereka. Dan ternyata dari
    universitas ataupun institusi asal, anak-anak ROHIS ataupun aktivis
    dakwah semuanya ya gitu ga ada yang menonjol secara akademik. Waktu
    tahu rumor itu saya agak kaget, saya sadar saya baru saja menambah
    catatan baru pandangan bagi mereka, aktvis kalah akademik. Whuah… hal
    ini tidak bis
    a dibiarkan donk..

    Semoga kisah dan cerita saya tersebut tidak terulang kembali di masa
    mendatang dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran
    berharga…. Semoga kisah tersebut membuat kita sadar, bahwa setiap
    aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk
    dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati. Ya,
    setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang
    memiliki
    hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan
    berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya.
    Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang
    tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah aktifis
    dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewa an yang
    sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu
    adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan
    kita terima.

    Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita
    sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu
    mudahnya kita melontarkan kata-kata “ Antum telah berguguran di jalan
    dakwah, atau kata-kata pahit lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita
    lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat
    mungkin
    kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita.
    Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah
    manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Memang benar
    bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat,
    sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat
    yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga
    manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima
    perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesadaran
    bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada
    diri kita sendiri.


    Seharusnya
    kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan
    juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita
    sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu
    yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan
    sebuah kezhaliman kepada saudara-saudara kita. Mulai sekarang tata diri
    pribadi, menyikapi segala sesuatunya dengan bijaksana dan dewasa,
    karena hidup cumalah sebentar manfaatkan waktu sebaik mungkin, perbaiki
    persepsi manusia tentang sisi minus aktifis dakwah, jadikan sebagai
    motivasi, terus berkarya untuk ummat ini, karena tantangan dakwah di
    luar sana semakin liar… Sehingga permasalahan internal tidak menjadikan
    seorang kader bilang “aku ingin cuti dari dakwah”.


    dikutip dr blog Eva Octafiani

    semoga lain waktu bisa menulis sendiri... ^_^

    razi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 119
    HP : 142
    Reputation : 0
    Registration date : 25.07.09
    Age : 26
    Lokasidepok

    Re: Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by razi on Thu Nov 26, 2009 10:02 am

    artikel yg bgus..

    inti dari permasalahan di atas dan kesimpulan scra ringkasy apa?

    agak byk yg dbhas di atas,tp, itu smw hanya berputar disitu2 aj.,(ini sih pendapat ane)

    cba dringkas.,
    Very Happy

    TauffaN
    Senior Member
    Senior Member

    Jumlah posting : 254
    HP : 264
    Reputation : 12
    Registration date : 05.02.09
    Age : 29
    LokasiKapuk Valley, margonda depok

    Re: Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by TauffaN on Thu Nov 26, 2009 12:43 pm

    na,.. itu tulisannya di edit dulu dunk sebelum di posting,.. puyeng ana mau bacanya , ntar kalo udah diedit dan rapih ana kasih reputasi dah


    _________________
    "Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain." Pliss Klik Saya

    razi
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 119
    HP : 142
    Reputation : 0
    Registration date : 25.07.09
    Age : 26
    Lokasidepok

    Re: Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by razi on Thu Nov 26, 2009 1:05 pm

    setuja ama bg taufan..

    Oki Kuswanda
    Jr. Member
    Jr. Member

    Jumlah posting : 129
    HP : 76
    Reputation : 1
    Registration date : 08.02.09
    Age : 30
    LokasiBogor

    Re: Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by Oki Kuswanda on Fri Nov 27, 2009 8:56 pm

    hmm ... ini salah satu pengalaman orang diorganisasis LDK

    Sponsored content

    Re: Izinkan Aku cuti dari Dakwah

    Post by Sponsored content Today at 9:23 pm


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:23 pm